Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tuai Kontroversi, Ubah Tugas Agen Mossad di Trailer Film Captain America: Brave New World

Dwi Puspitarini • Senin, 15 Juli 2024 | 11:17 WIB

 

Tangkapan layar trailer film Captain America: Brave New World.
Tangkapan layar trailer film Captain America: Brave New World.

 

KALTIMPOST.ID, Captain America: Brave New World, menjadi film terbaru dari Marvel Cinematic Universe (MCU) yang dijadwalkan rilis pada 14 Februari 2025, telah menuai kontroversi sejak perilisan trailer film pertamanya.

Film ini menampilkan karakter Ruth Bat-Seraph, yang diperankan oleh Shira Haas. Ruth Bat-Seraph adalah mantan Black Widow yang kini menjadi pejabat tinggi di Pemerintah AS.

Karakter ini sebelumnya dikenal sebagai Sabra, yang menjabat sebagai agen Mossad atau superhero Israel. Kontroversi muncul karena Marvel Studios melakukan perubahan pada karakter Sabra.

Alih-alih menjadi agen Mossad Israel, ia akan bekerja untuk Pemerintah AS dalam film tersebut, berusaha menjauhkan karakter tersebut dari asal-usulnya yang kontroversial.

Dikhawatirkan, penggambaran ini dapat memperkuat stereotip negatif tentang orang Israel dan Palestina. Beberapa orang yang pro-Israel memiliki masalah dengan perubahan kesetiaan karakter tersebut.

Mereka menganggap bahwa karakter tersebut seharusnya tetap setia kepada Mossad dan negara Israel.

Namun, penyesuaian ini tidak sepenuhnya menghilangkan kritik tersebut, dengan beberapa penggemar masih menyerukan agar dia dikeluarkan dari film tersebut.

Sementara itu, kelompok yang anti-Israel memprotes karakter tersebut karena dinilai mempromosikan negara yang melakukan genosida. Kontroversi ini juga terkait dengan kondisi Palestina-Israel yang tak kunjung damai.

Beberapa penggemar juga dibuat kecewa dengan alur cerita yang bocor, yang menunjukkan Sam Wilson berhadapan dengan kelompok ekstremis sayap kanan. Dikhawatirkan film ini akan menormalisasi ideologi ekstremisme dan memicu perpecahan di masyarakat.

Selain itu, film itu sendiri awalnya diberi judul Captain America: New World Order, yang memicu kontroversi lebih lanjut karena kaitannya dengan teori konspirasi yang sering dikaitkan dengan antisemitisme.

Marvel kemudian mengubah judul menjadi Captain America: Brave New World untuk menghindari konotasi tersebut dan lebih selaras dengan tema film.

Film Captain America: Brave New World telah memicu berbagai kontroversi yang terkait dengan representasi karakter, ideologi, dan konten kekerasan.

Meskipun ada kontroversi, trailer pertama film ini mendapat sambutan hangat dari para penggemar.

Film ini dibintangi oleh Anthony Mackie sebagai Captain America yang baru dan Harrison Ford, yang melakukan debutnya di Marvel Studios dengan mengambil alih peran Presiden AS Thaddeus Ross dari mendiang William Hurt.

Meskipun film ini belum dirilis, isu-isu ini menjadi perhatian publik dan mendorong diskusi penting tentang keragaman, inklusivitas, dan tanggung jawab sosial dalam film superhero.

Kontroversi ini menunjukkan bahwa film ini tidak hanya menarik perhatian karena cerita dan aksi, tetapi juga karena isu-isu yang terkait dengan karakter dan latar belakang mereka.

Penting untuk dicatat bahwa kontroversi ini hanya mewakili sebagian kecil dari penonton film. Banyak orang yang masih menantikan perilisan film ini dan berharap dapat menikmati kisah Captain America yang baru dan seru. (*) 

Editor : Dwi Puspitarini
#antisemitisme #kontroversi #trailer film #Captain America Brave New World #marvel studios #ideologi ekstremisme #FIlm Superhero