Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Menangis dan Tertawa Bersama Keluarga Cemara

Hernawati • Senin, 15 Juli 2024 | 17:11 WIB
Pagelaran Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara menghibur berbagai kalangan.
Pagelaran Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara menghibur berbagai kalangan.

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Seisi teater Ciputra Artpreneur dibuat terkesan oleh penampilan para cast Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara, Sabtu (13/7) malam. Drama musikal adaptasi karya Arswendo Atmowiloto itu tak hanya menghibur orang dewasa, tapi juga anak-anak di musim liburan sekolah. Mereka tertawa saat adegan atau dialog komedi, lantas menangis haru saat adegan menyentuh.

Pertunjukan Panggung Musikal Keluarga Cemara berlangsung sejak 21 Juni hingga kemarin (14/7). Pada Selasa–Jumat, show berlangsung pukul 19.30 WIB. Di akhir pekan, jadwal show ditambah satu, yaitu pukul 14.00 WIB.

Bagi yang sudah menyaksikan Keluarga Cemara versi sinetron dan film, cerita panggung musikal tentu familier. Yakni, kisah kehidupan keluarga Abah (diperankan Simhala Avadana dan Taufan Purbo) dan Emak (diperankan Galabby Thahira dan Andrea Miranda) sejak hidup makmur hingga jatuh miskin.

Dua anak Abah dan Emak, Euis (diperankan Aisyah Fadhila dan Amira Karin) dan Cemara alias Ara (diperankan Quinn Salman dan Fazka Bahanan) menjalani hari-hari di rumah kakek-nenek mereka setelah rumah mereka di kota disita. Euis merasa bingung karena merindukan lingkungan kota dan teman-temannya, sedangkan Ara tetap ceria dan selalu positif menghadapi situasi sulit.

Namun, ada unsur cerita baru dalam pertunjukan yang naskahnya ditulis Yemima Krisantina dan Widya Arifianti itu. Misalnya, momen pertemuan Abah dan Emak sebelum menikah di sebuah demo mahasiswa. Disajikan dengan sentuhan komedi, adegan tersebut mengundang sorakan dari penonton.

Tetangga Abah dan Emak di lingkungan baru juga lebih disorot. Misalnya, karakter Ceu Salma (diperankan Sita Nursanti), seorang kreditur yang ceplas-ceplos namun baik hati. Karakter pendukung pun tak kalah menghibur. Mulai dari Romli si kuli serabutan (diperankan Bima Zeno) hingga Ceu Kokom (diperankan Astryovie), penjual kue yang berisik namun baik hati.

Keluarga Cemara tetap mengundang air mata. Adegan Abah dan Euis yang saling berbaikan setelah bertengkar membuat hampir semua penonton sesenggukan. Dialog keduanya sederhana, namun mendalam dan menyentuh.

Koreografi dan vokal para cast pun layak diacungi jempol. Mereka bisa berdialog dan bermonolog sambil mempertahankan kualitas vokal. Belum lagi koreografi yang kompak. ’’Mereka latihan dua bulan,’’ ujar set designer Ratna Odata kepada Jawa Pos sebelum pertunjukan. Selama dua bulan, setiap hari para cast berlatih vokal, koreografi, dan akting dari jam 1 siang sampai jam 8 malam.

Penampilan para cast juga didukung oleh set, tata panggung, dan kostum. Para pemain musik live berada di bawah panggung. Properti dan latar bisa ditarik-dorong-angkat, menyesuaikan kebutuhan adegan. ’’Total pengonsepan dan proses membangunnya itu satu bulan,’’ pungkas Ratna. (c18/len)

 

Editor : Hernawati
#panggung musikal #keluarga cemara