Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Sinopsis Film Gundik, Dibintangi Pasangan Baru Menikah Luna Maya dan Maxime Bouttier

Dwi Puspitarini • Kamis, 8 Mei 2025 | 16:08 WIB

 

Luna Maya dan Maxime Bouttier tampil bareng di film Gundik.
Luna Maya dan Maxime Bouttier tampil bareng di film Gundik.

KALTIMPOST.ID, Film Gundik karya sutradara Anggy Umbara siap mengguncang layar lebar mulai 22 Mei 2025.

Menggabungkan genre horor dan perampokan dalam satu paket mengejutkan, film ini menawarkan pengalaman menonton yang belum pernah ada di Indonesia sebelumnya.

Mengambil latar tahun 2003, Gundik bercerita tentang Otto (Agus Kuncoro), mantan tentara yang baru keluar dari penjara dan mendapati anak perempuannya, Merry (Ratu Sofya), telah menikah diam-diam dengan pria yang ia anggap tak layak.

Ketika tawaran merampok rumah mewah milik seorang wanita simpanan pejabat datang, Otto pun tergoda.

Apalagi kabarnya, rumah itu menyimpan emas dalam jumlah besar, cukup untuk menutup semua luka dan beban hidupnya.

 Baca Juga: Tatapan Nino Fernandez ke Steffi Zamora di Pernikahan Luna Maya Jadi Sorotan, Ada Apa?

Namun, rumah itu bukan rumah biasa. Pemiliknya adalah Nyai, seorang wanita misterius jelmaan siluman ular dari Pantai Selatan.

Dalam film ini, sosok Nyai diperankan dengan kuat oleh Luna Maya, yang berhasil membawakan karakter memikat, mematikan, sekaligus mistis.

"Nyai ini seperti predator yang sedang bermain-main dengan mangsanya," ujar Anggy Umbara saat peluncuran film di Kompleks Media Group, Jakarta Barat.

"Ia bukan cuma seram, tapi juga memikat. Seolah ingin mengajak penonton menantang maut."

Tak sekadar horor, Gundik juga menyisipkan kritik sosial soal kekuasaan, kehormatan, dan luka dalam keluarga.

 Baca Juga: Luna Maya Menangis Bahagia Usai Sah Jadi Istri Maxime Bouttier, Ada Makna Tersembunyi di Mas Kawinnya

Aksi Otto dan tiga rekannya yang berniat mencuri emas pun berubah jadi perjuangan hidup saat satu per satu mulai diteror oleh kekuatan tak kasat mata.

Anggy Umbara mengemas cerita ini dengan berbagai lapisan emosi. Tak hanya ketegangan supranatural dan aksi perampokan, tetapi juga dinamika antara ayah dan anak yang getir namun menyentuh.

"Saya ingin penonton bisa tertawa, tegang, dan juga merasakan refleksi kehidupan,” tambah Anggy.

“Ini bukan sekadar film horor. Ini tentang keputusan, pengorbanan, dan bayang-bayang masa lalu yang tak bisa kita hindari.”

Film ini juga spesial karena menampilkan pasangan Luna Maya dan Maxime Bouttier, yang kemarin baru melangsungkan pernikahan, Rabu (7/5/2025).

 Baca Juga: Slip Lidah atau Slip Etika? Ahmad Dhani Disanksi DPR, Ini Faktanya

Maxime berperan sebagai Baim, menantu Otto sekaligus pengemudi dalam misi perampokan tersebut.

Visual rumah mewah yang menjadi lokasi utama Gundik digambarkan begitu elegan di luar, namun menyimpan aura mengerikan di dalam.

Bukan emas yang mereka temukan, melainkan darah, teror, dan sosok Nyai yang tak segan mencabut nyawa.

Para pemeran lain yang memperkuat film ini termasuk Arief Didu, Dian Sidik, Ence Bagus, hingga aktor senior Tyo Pakusadewo.

Dengan durasi sekitar 115 menit, film ini digarap oleh Umbara Brothers Film bersama Rumpi Entertainment, Makara Production, 786 Production, dan Role Entertainment.

 Baca Juga: Resmi Menikah, Valerie Tifanka Tulis Pesan Menyentuh untuk Sang Suami Polisi

Kisah Mistis Penuh Simbol dan Makna

Gundik tidak hanya menampilkan ketegangan, tapi juga membuka diskusi soal relasi kekuasaan dan sejarah “istri simpanan” dalam konteks budaya dan spiritual.

Sosok Nyai adalah simbol dari kehormatan yang dikorbankan, amarah yang membara, dan kekuatan yang bangkit dari pengkhianatan.

“Cerita ini adalah cara kami menyampaikan bahwa tak semua yang terlihat mewah dan cantik itu aman. Kadang, justru di sanalah bencana bermula,” ujar Indah Destriana, produser film ini. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#anggy umbara #Film terbaru Luna Maya #Luna Maya dan Maxime Bouttier #Film Gundik Luna Maya #Luna Maya Maxime Bouttier #Sinopsis Film Gundik #film horor Indonesia 2025