JAKARTA – Setelah mengukir sejarah lewat JUMBO sebagai film Indonesia terlaris sepanjang masa, Visinema Studios kembali meluncurkan karya layar lebar bertema keluarga bertajuk Panggil Aku Ayah. Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 7 Agustus 2025.
Disutradarai Benni Setiawan, peraih Piala Citra untuk Sutradara Terbaik, film ini diadaptasi dari box office Korea Selatan Pawn (2020) yang sempat mengguncang emosi penonton Asia. Kali ini, adaptasi lokalnya dikemas dalam nuansa hangat, lucu, dan menyentuh, khas cerita keluarga Indonesia.
Teaser berdurasi satu menit yang dirilis Kamis (19/6) di akun resmi @visinemaid langsung menuai antusiasme warganet. Banyak yang mengaku penasaran dengan sentuhan Indonesia terhadap kisah yang sebelumnya sangat membekas lewat versi aslinya.
Dalam teaser tersebut, Ringgo Agus Rahman tampil sebagai Dedi, seorang penagih utang yang mendadak harus menjadi “ayah” bagi Intan (Myesha Lin), seorang gadis kecil yang ditinggal ibunya—Rossa (Sita Nursanti)—karena harus menjadi TKI dan tak sanggup membayar utang.
Dedi tak sendiri. Ia menjalani hari-hari baru bersama sepupunya, Tatang (Boris Bokir), dalam situasi yang awalnya penuh konflik.
Namun perlahan, hubungan ketiganya justru berkembang menjadi keluarga yang erat. Intan yang awalnya memberontak akhirnya membuka hati, dan Dedi yang semula melihat Intan sebagai beban, justru menemukan makna menjadi orang tua.
“Panggil Aku Ayah adalah bagian dari komitmen Visinema Studios dalam menghadirkan cerita keluarga yang tidak hanya menghibur, tapi juga memantik pemikiran dan percakapan,” ujar Anggia Kharisma, produser film sekaligus Chief Content Officer Visinema Studios.
“Di film ini, kami ingin mengajak penonton memaknai arti keluarga sesungguhnya—bahwa keluarga bisa tumbuh dari kasih yang hadir melalui pertemuan tak terduga, tidak hanya dari hubungan darah,” lanjut Anggia.
Film ini bukan sekadar drama, tapi juga menjadi simbol kolaborasi dua kekuatan industri kreatif lintas negara.
Visinema menggandeng CJ ENM—rumah produksi asal Korea yang memproduksi Pawn—sebagai ko-produser.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam menciptakan karya yang relevan lintas budaya, dengan pendekatan emosional khas Asia.
Selain Ringgo dan Boris Bokir, film ini juga menghadirkan Tissa Biani sebagai Intan dewasa yang kembali menelusuri masa kecilnya dan menemukan makna rumah yang pernah ia tinggalkan. Kombinasi pemain senior dan talenta muda menjanjikan pengalaman sinematik yang menyentuh dan segar.
Dengan sentuhan drama, tawa, dan nilai keluarga, Panggil Aku Ayah diyakini akan menjadi salah satu film keluarga paling berkesan tahun ini.(tom)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko