KALTIMPOST.ID, Film Superman versi James Gunn dan Peter Safran, dibintangi David Corenswet, kembali jadi sorotan, bukan hanya karena kekuatan super sang pahlawan, tapi juga rekor box office yang dibawanya.
Di Amerika Utara, film ini meraih US $22,5 juta dari pratinjau, tertinggi sejauh ini di 2025, melampaui Lilo & Stitch (US $14,5 juta) dan bahkan film Guardians of the Galaxy Vol. 3 karya Gunn (US $17,5 juta).
Namun, capaian ini bukan sekadar pamer angka. Ini adalah sinyal kuat bahwa DC Studios sedang balik menjulang.
Beberapa analis memproyeksikan debut akhir pekan domestik bisa tembus US $120–130 juta, bahkan ada yang memprediksi hingga US $140 juta berkat ulasan positif penonton & kritikus. Proyeksi Warner Bros. juga cukup konservatif, US $100–110 juta.
Duel angka semakin menarik jika dilihat dari segi global. Film ini diperkirakan bakal meraup minimal US $100 juta di pasar internasional, mengantarkan debut globalnya melewati US $200 juta.
Semua ini bermakna besar, mengingat anggaran produksi mencapai US $225 juta—akan menjadi tonggak bagi DC Universe pengaruh Gunn/Safran.
Namun bukan berarti tanpa tantangan. Beberapa analis menyoroti bahwa prediksi sebelumnya jauh lebih tinggi (US $154–185 juta), lalu turun menjadi US $125–150 juta jelang tayang.
Alasan utamanya? Distribusi penonton dewasa vs keluarga, serta respons terhadap tema film, termasuk interpretasi Superman sebagai “immigrant story” membuat sebagian pihak skeptis.
Selain itu, para kritikus memberi nilai positif walaupun ada pula yang menyoroti plot agak berat dan visual CGI yang terasa belum maksimal.
Namun secara umum, suasana film yang lebih cerah, ringan, dan penuh harapan berhasil angkat mood penonton, menonjolkan sisi manusiawi sang pahlawan .
Alih-alih sekadar hitungan box office, film Superman 2025 menandai awal babak baru untuk DC di mana angka tinggi bukan tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk era penuh optimisme, keberagaman, dan cerita dengan hati. ***
Editor : Dwi Puspitarini