Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Film Animasi Merah Putih One for All Dikecam Warganet, Telan Dana Rp 6,7 Miliar Disebut Proyek Propaganda

Hernawati • Minggu, 10 Agustus 2025 | 09:27 WIB
Film animasi Merah Putih One for All yang tuai kritikan.
Film animasi Merah Putih One for All yang tuai kritikan.

KALTIMPOST.ID, Menjelang hari ulang tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-80 yang dirayakan pada 17 Agustus, ada film animasi Indonesia berjudul Merah Putih One for All.

Film yang bertema nasionalisme ini tayang di layar lebar mulai 14 Agustus 2025.

Namun, sejak trailer-nya dirilis pada 8 Agustus 2025, film animasi Merah Putih One For All terus menjadi sorotan di media sosial.

Sinopsis Merah Putih One for All

Film animasi Merah Putih One For All bertema tentang semangat menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Di mana ada sekelompok anak terpilih menjadi “Tim Merah Putih” untuk menjaga bendera pusaka yaitu bendera yang selalu dikibarkan pada setiap upacara 17 Agustus tiap tahunnya.

Namun, tiga hari sebelum upacara, bendera itu hilang. Delapan anak dari berbagai latar belakang budaya, Betawi, Papua, Medan, Tegal, Jawa Tengah, Makassar, Manado, dan Tionghoa, bersatu dalam misi heroik: menyelamatkan bendera merah putih pusaka yang hilang secara misterius.

Mereka pun mulai mencari bendera tersebut dengan menelusuri hutan, melintasi sungai, dan mengatasi ego masing-masing demi satu tujuan: mengibarkan bendera Merah Putih tepat di Hari Kemerdekaan.

Film ini menekankan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan.

Siapa Penggarap di Balik Film Animasi?

Dilansir dari Instagram @perfiki.tv, film animasi Merah Putih One for All merupakan garapan dari rumah produksi Perfiki Kreasindo yang diproduseri oleh Toto Soegriwo.

Adapun sutradara dan penulis film ini adalah Endiarto dan Bintang Takari dengan produser eksekutifnya adalah Sonny Pudjisasono.

Mereka mengerjakan film ini sejak Juni 2025 atau dua bulan hingga perilisannya.

Film animasi yang berdurasi 70 menit ini diketahui memakan budget produksi hingga Rp 6,7 miliar.

Tuai Kritikan Tajam

Momen peluncuran film animasi Merah Putih One for All yang strategis ini diharapkan dapat membangkitkan animasi lokal juga mampu membangkitkan semangat kebangsaan, terutama di kalangan generasi muda.

Namun nyatanya respons publik justru dipenuhi kritikan tajam.

Warganet ramai mengkritik berbagai aspek film ini, mulai narasi, desain karakter, hingga kualitas animasi.

Banyak yang menilai film ini hanya memanfaatkan semangat nasionalisme tanpa eksekusi yang matang.

Selain itu, warganet lainnya menyindir formula animasi Indonesia yang selalu mencakup unsur merah putih, sepak bola, dan representasi seluruh suku, seperti Tionghoa, Papua, Jawa, hingga Betawi.

Ada juga warganet yang menganggap anggaran untuk sekelas film animasi dengan kualitas yang seperti itu sangatlah besar.

Berikut deretan kritikan warganet:

Kenapa Indo kalo bikin film kartun harus selalu nasionalis sih?

Gitu amat desain karakternya

Yang bikin script siapa, sih? Udah tau animasi terbatas, malah dipaksa jelajahin rintangan sebanyak itu. Emangnya gak bisa ya latarnya tetap di lapangan kampung?

Trailernya sampah banget, animasinya di danai pemerintah. Curiga ni animasi sekedar cuci uang doang

Money laundry nya kuat banget njir

Halah film pencucian uang doang

Siapa kira-kira yang ikhlas nonton beginian? Dibikin gratis pun rasanya masih kemahalan untuk membuang-buang waktu nonton apapun ini (jelas ini bukan film)

Dugaan Propaganda dan Ketidaksiapan Produksi

Sejumlah warganet mencurigai film ini jadi proyek propaganda pemerintah, terutama karena waktu rilisnya yang berdekatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan dan fenomena viral bendera One Piece.

Berikut deretan kritikan warganet:

Propaganda ini mah, sorry to say kepada team yang membuat ini. Pasti ada campur tangan pemerintah

Nasionalisme pemerintah patut dipertanyakan jika buat film untuk memperingati kemerdekaan hanya setengah hati

Serius buat bioskop? Buat series TV juga kayaknya pada ogah nonton. Harapan dan ekspektasi yang belum terpenuhi.

 

Editor : Hernawati
#merah putih #hari kemerdekaan #bendera pusaka #film animasi #Merah Putih One for All menuai kritik #Merah Putih One for All