KALTIMPOST.ID, Film “Jumbo” karya Visinema Studios resmi mencetak sejarah baru bukan hanya sebagai film animasi Indonesia terlaris sepanjang masa, tapi juga film lokal pertama yang berhasil tayang di 40 negara.
Hanya dalam tujuh hari sejak penayangan perdananya pada 31 Maret 2025, Jumbo berhasil menarik lebih dari satu juta penonton di bioskop.
Angka yang luar biasa, apalagi di tengah dominasi film horor yang kini menguasai lebih dari setengah pasar layar lebar Tanah Air.
Film ini disutradarai oleh Ryan Adriandhy dan diproduseri oleh Angga Dwimas Sasongko.
Jumbo mengisahkan tentang Don, seorang anak laki-laki yang berjuang mengejar mimpinya lewat pertunjukan bakat.
Cerita tersebut berakar dari buku dongeng peninggalan orang tua Don — kisah sederhana tentang harapan, keberanian, dan keluarga.
Yang membuatnya istimewa, tema yang diangkat sangat dekat dengan keseharian penonton, cinta keluarga, impian, dan kepercayaan diri.
Tidak heran, banyak penonton dewasa yang mengaku “menangis tanpa sadar” di tengah adegan-adegan hangat Don bersama keluarganya.
Kesuksesan Jumbo tidak berhenti di layar bioskop dalam negeri. Film ini kini resmi mendapatkan hak tayang di 40 negara di berbagai benua, termasuk Rusia, Amerika Latin, Asia Timur, Timur Tengah, hingga Afrika.
Bahkan beberapa negara seperti Belarus, Uzbekistan, Taiwan, Kirgistan, dan Uni Emirat Arab sudah lebih dulu menayangkannya dengan sambutan positif.
Salah satu faktor menarik di balik popularitas Jumbo adalah dukungan organik dari warganet.
Penonton yang menamakan diri mereka “Jumbo’s Free Buzzers” ramai membuat meme, potongan video, dan unggahan kreatif di X (Twitter) dan TikTok, yang membuat film ini viral secara masif.
Tak hanya sukses di pasar, Jumbo juga diakui secara artistik. Film ini terpilih sebagai Official Selection dalam kategori Animated Feature Competition di Sharjah International Film Festival for Children & Youth 2025, yang berlangsung pada 5–12 Oktober 2025. ***
Editor : Dwi Puspitarini