Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Laut Bercerita Diadaptasi ke Layar Lebar, Kisah Kelam 1998 Kembali Dihidupkan dengan Bintang Papan Atas

Ari Arief • Rabu, 3 Desember 2025 | 08:00 WIB

AKTING: Reza Rahadian (kiri) dan Eva Celia (kanan) saat akting Laut Bercerita yang akan tayang 2026.
AKTING: Reza Rahadian (kiri) dan Eva Celia (kanan) saat akting Laut Bercerita yang akan tayang 2026.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Novel Laut Bercerita karya fenomenal Leila S. Chudori akan segera diangkat menjadi film layar lebar, sebuah proyek ambisius yang melibatkan sederet aktor ternama seperti Reza Rahadian, Dian Sastrowardoyo, Eva Celia, dan Christine Hakim.

Film ini akan disutradarai oleh Yosep Anggi Noen, dengan misi membangkitkan kembali salah satu episode paling tragis dalam perjalanan sejarah Indonesia menuju Reformasi 1998.

Pengumuman resmi mengenai proyek film panjang ini disampaikan oleh rumah produksi Pal8 Pictures dalam acara Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market 2025 pada Senin (1/12). "Sampai ketemu di bioskop tahun depan," tulis akun resmi Pal8 Pictures, menjanjikan penayangan film ini pada 2026.

Menghidupkan Kembali Biru Laut dan Gerakan Aktivis

Laut Bercerita berpusat pada kisah Biru Laut, seorang mahasiswa Sastra Inggris dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang aktif dalam kelompok diskusi bernama Winatra selama era Orde Baru---masa di mana aktivis politik sering diburu, ditangkap, dan mengalami penghilangan paksa. Karakter utama, Biru Laut, akan diperankan oleh Reza Rahadian.

Baca Juga: Perjuangan Hidup Nia Penjual Gorengan Berakhir di Tepi Sungai, Kisah Nyatanya Kini Jadi Film Mengharukan

Novel ini secara mendalam menceritakan kehidupan Biru Laut dan rekan-rekannya, termasuk Kinan, Sunu, dan Alex, yang harus menjalani hidup dalam pelarian dari intelijen, hingga akhirnya mereka diculik dan disiksa dengan kejam.

Selain Biru Laut, film ini juga akan menyoroti Asmara Jati, adik perempuannya, yang menjadi fokus utama di paruh kedua cerita. Tokoh yang dikenal sebagai Asa Karang dalam novel ini, namun di sini diperankan oleh Yunita Siregar, mewakili suara tak terputus dari keluarga korban yang gigih menuntut kepastian.

Asmara Jati digambarkan berjuang melalui berbagai aksi solidaritas, seperti Aksi Kamisan yang masih berlangsung hingga 27 tahun pasca-Reformasi 1998, untuk mencari keadilan bagi kakaknya dan para aktivis yang hilang.

Dukungan Para Bintang dan Jaminan Kualitas

Novel terlaris, yang telah dicetak ulang hingga 100 kali ini, juga melukiskan duka mendalam orang tua para aktivis yang tetap menanti kepulangan anak-anak mereka, sebuah kesetiaan yang digambarkan dengan menyiapkan piring dan menjaga kamar anak tetap rapi setiap hari.

Jajaran pemain pendukung turut memberikan kedalaman emosional seperti Christine Hakim akan memerankan ibu Biru Laut, memikul beban psikologis keluarga yang hidup dalam ketidakpastian. Arswendy Bening Swara akan berperan sebagai ayah, yang terus memelihara harapan akan kembalinya sang putra.

Baca Juga: Remake Film Korea “Tunnel” Versi Indonesia Digarap Baim Wong, Libatkan Kolaborasi Jakarta–Seoul

Dian Sastrowardoyo akan menghidupkan karakter Kasih Kinanti (Kinan), aktivis perempuan yang cerdas dan berani, yang juga menjadi buronan karena kegiatan politiknya. Eva Celia akan berperan sebagai Ratih Anjani, kekasih Biru Laut yang harus menghadapi trauma mendalam akibat kehilangan orang yang dicintainya.

Di balik layar, proyek ini digarap oleh Yosep Anggi Noen, sutradara yang dikenal dengan karya-karya berbobot seperti Istirahatlah Kata-kata dan The Science of Fictions. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pal8 Pictures, Visual Media Studio, Jagartha, Lynx Films, dan Brandlink, dengan Gita Fara sebagai produser.

Yang menjamin adaptasi ini akan setia pada semangat aslinya adalah keterlibatan langsung sang penulis, Leila S. Chudori, sebagai penulis skenario.

Meskipun Laut Bercerita (terbit Oktober 2017) sudah pernah diadaptasi menjadi film pendek yang juga dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo, versi yang disutradarai Anggi Noen ini digadang-gadang sebagai yang paling ambisius.

Film ini diharapkan dapat menyajikan narasi yang luas, beresonansi dengan isu politik, dan membangkitkan memori kolektif bangsa tentang masa gelap penghilangan paksa aktivis. Dengan dukungan bintang ternama dan visi penyutradaraan yang kuat, Laut Bercerita diprediksi menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan di bioskop pada tahun 2026.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#film #reza rahardian #dian sastro #eva celia #papan atas #christine hakim #laut bercerita