Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bukan Inovasi tapi Pencurian, Scarlett Johansson dkk Serukan Perang Melawan Eksploitasi AI

Ari Arief • Minggu, 25 Januari 2026 | 15:51 WIB

Scarlett Johansson.
Scarlett Johansson.

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Gelombang protes terhadap eksploitasi kecerdasan buatan (AI) kian memanas di Amerika Serikat. Sebanyak 700 lebih figur publik dari kalangan aktor, penulis, hingga seniman kreatif melayangkan tuntutan keras agar pengembang teknologi AI berhenti menggunakan karya mereka sebagai bahan pelatihan mesin tanpa izin.

Aksi kolektif ini didukung oleh deretan bintang papan atas, termasuk Scarlett Johansson, Cate Blanchett, dan Joseph Gordon-Levitt. Mereka mengecam tindakan perusahaan teknologi yang dianggap tidak transparan dan mengabaikan hak kompensasi bagi pemilik karya asli.

Dalam pernyataan resminya, kelompok ini menegaskan bahwa penggunaan karya berhak cipta tanpa izin bukanlah bentuk kemajuan teknologi. "Mengambil paksa karya kami bukan sebuah inovasi atau progres. Itu murni pencurian," tegas para kreator tersebut.

Baca Juga: Cuitan Lawas Lula Lahfah Kini Viral Lagi, Warganet Kuak Usai Ditemukan Meninggal di Apartemen

Para pekerja seni ini menyoroti bahwa industri kreatif bukan sekadar hiburan, melainkan pilar ekonomi AS yang menyerap jutaan tenaga kerja di sektor film, musik, hingga penerbitan. Praktik "pencaplokan" data oleh perusahaan AI yang didukung modal besar dianggap merusak ekosistem budaya global.

Sebagai solusi, komunitas kreatif mendesak adanya kesepakatan lisensi yang adil. Perusahaan AI harus membayar royalti untuk setiap konten yang digunakan. Kemitraan transparan pengembangan teknologi harus berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual.

Baca Juga: Lula Lahfah Usia Berapa? Selebgram yang Ditemukan Meninggal di Apartemen Jaksel

Nama Scarlett Johansson menjadi simbol perlawanan ini setelah serangkaian insiden merugikan, di antaranya iklan tanpa izin yaitu menuntut aplikasi AI yang mencatut nama dan citranya pada akhir 2023. Kloning digital dengan engecam video deepfake dirinya yang viral pada Februari 2024.

Baca Juga: Liburan Bulan Depan Bersama Lula Lahfah Gagal Terwujud, Keanu : Lul Lu Lupa Ya?

Kontroversi OpenAI pada Mei 2024 karena suara chatbot Sky dianggap meniru suaranya tanpa persetujuan. Senada dengan itu, Cate Blanchett dalam ajang Toronto International Film Festival (TIFF) 2024 memperingatkan bahwa inovasi teknologi yang kering akan imajinasi dan etika bisa menjadi sesuatu yang sangat berbahaya.

Tak hanya menyasar korporasi, para kreator ini juga telah mengirimkan surat terbuka kepada Gedung Putih. Mereka meminta pemerintah Amerika Serikat tetap teguh melindungi hukum hak cipta dan tidak goyah oleh tekanan lobi-lobi perusahaan teknologi pengembang AI.(*)

Editor : Hernawati
#scarlett johannson #figur #cipta #ai