BALIKPAPAN – Film lokal bertajuk “Dayak” resmi memasuki tahap persiapan produksi. Di mana, panitia membuka peluang besar bagi talenta lokal lewat audisi dan casting untuk mencari pemerannya.
Dikatakan, audisi tersebut dibuka mulai 1 April hingga 1 Juni mendatang. Sementara, proses audisi dan casting akan berlangsung pada 3 Juni hingga 8 Agustus, dengan lokasi seleksi tersebar di lima provinsi di Pulau Kalimantan.
Baca Juga: Gali Peradaban yang Terlupakan! Film "Dayak" Siap Gebrak Bioskop dan Edukasi Generasi Muda
Dijelaskan Ketua Tim Produksi Thoesang TT Asang, film ini akan menyajikan nilai-nilai sejarah yang fundamental, seperti rumah betang, senjata, dan aksesoris khas Dayak.
“Tapi kami tidak ingin menyajikan cerita secara kaku atau dokumenter. Kami akan kemas secara sinematik dan kontemporer agar lebih mudah diterima penonton,” jelasnya.
Dia menambahkan, film ini akan mengangkat dinamika suku Dayak Pulau Kalimantan sebelum kemerdekaan. Tepatnya, berlatar abad ke-5 hingga abad ke-18.
Baca Juga: Beri Dukungan Penuh pada Film Dayak, Panglima Jilah Ingatkan Generasi Muda Tak Lupakan Identitas
“Mulai dari mempertahankan wilayah dan budayanya dari kelompok luar yang datang ke Kalimantan pada masa itu, konflik antar sub suku yang masih menganut hukum rimba, sampai rapat damai Tumbang Anoi pada 1894,” tambahnya.
Thoesang juga membeberkan, film tersebut akan memadukan aksi laga, cinta terlarang, hingga unsur mistis. Seperti mandau terbang dan ilmu gaib suku Dayak.
Di sisi lain, dipilihnya judul “Dayak” sebutnya, karena mewakili Dayak di Pulau Borneo secara keseluruhan.
“Dalam budaya Dayak ada gelar seperti pangkalima atau panglima, yang juga akan menjadi salah satu tokoh utama dalam film ini,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan