KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Ibu Kota Nusantara (IKN) telah mencapai 50 persen.
Sejak peletakan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo pada 20 Desember 2023, pembangunan rumah sakit vertikal ini terus berlangsung dengan target operasi sebagian pada Agustus 2024.
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meninjau pembangunan RS IKN pada Kamis (11/7). Beliau berharap rumah sakit ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi ikon di ibu kota baru.
“Semua orang yang datang ke sini harus mengingat RS Nusantara,” kata Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, Jumat (12/7).
Kemenkes merancang RS IKN dengan estetika yang indah agar bisa dinikmati oleh masyarakat. Rumah sakit ini akan dilengkapi dengan patung karya seniman kontemporer dari Bandung, Sunaryo, yang akan ditempatkan di halaman depan.
“Patung ini akan menyatu dengan lingkungan dan bangunan, sehingga bisa dinikmati oleh semua orang di sekitar RS,” tambah Budi Gunadi Sadikin.
RS IKN diharapkan beroperasi sebagian untuk mendukung upacara 17 Agustus 2024 di IKN.
Fasilitas yang akan berfungsi terlebih dahulu termasuk layanan gawat darurat, rawat jalan, sebagian radiologi, laboratorium, farmasi, rawat inap, serta utilitas dan pelayanan penunjang. RS ini berdiri di atas lahan seluas 18.509,48 meter persegi dengan waktu konstruksi selama 390 hari kalender, dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Anggaran pembangunan sebesar Rp 525,61 miliar dialokasikan dalam tahun anggaran 2023 dan 2024.
Menkes menyatakan, “Sebentar lagi kita akan melakukan topping-off lantai ke-10. Ini adalah salah satu rumah sakit tertinggi di IKN. Kami berharap semua pihak dapat bekerja keras meski menghadapi tantangan cuaca.”
Sunaryo, seniman patung untuk RS IKN, menjelaskan bahwa instalasi patung akan berfungsi sebagai fasad atau bagian depan bangunan, menciptakan keseimbangan dengan arsitektur RS. Patung ini diperkirakan memiliki tinggi 10-12 meter agar dapat dilihat dari kejauhan.
Arsitek utama RS IKN, Andra Matin, menjelaskan bahwa desain RS IKN memperhatikan keselarasan dengan lingkungan dan konsep Nusantara. “Bangunannya dibagi menjadi dua dengan taman di tengah untuk cross ventilasi dan cahaya alami, menjadikannya bangunan hemat energi. Warna-warna yang digunakan juga down to earth dan fasadnya menyatu dengan arsitektur Nusantara,” pungkas Andra.
Editor : Thomas Priyandoko