KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Mobilisasi transportasi peserta Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI di Ibu Kota Nusantara (IKN) akan menggunakan transportasi umum. Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menyiapkan sebanyak 97 unit bus dengan masing-masing 40 seat (kursi), untuk tamu upacara 17 Agustusan di ibu kota negara baru.
Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno menyebut tidak cukup banyak tersedia bus umum yang ada di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Sehingga Ditjen Hubdat Kemenhub terpaksa mendatangkan sejumlah bus umum pariwisata dari Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim) untuk disewa selama 20 hari.
Dalam mendukung transportasi para peserta Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI di IKN. “Oleh karena itu terbuka peluang bisnis bus wisata di Balikpapan dan Samarinda. Jika melihat fenomena ini,” katanya kepada Kaltim Post.
Dalam rangka memastikan kelancaran sistem transportasi darat pada peringatan HUT RI di IKN, Direktur Jenderal (Dirjen) Hubdat Kemenhub Irjen Pol Risyapudin Nursin sudah mengecek kesiapan transportasi darat di Ibu Kota Nusantara, Selasa (6/8) lalu. Dalam keterangan tertulisnya menyampaikan penyediaan 97 bus fossil itu, beroperasi dari tanggal 10 sampai 18 Agustus 2024.
“Dukungan tersebut sudah termasuk pengemudi, bahan bakar dan pelaksanaan ramp check. Armada bus tersebut akan dikirimkan secara bertahap mulai tanggal 8 Agustus 2024 dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju ke Pelabuhan Semayang Balikpapan,” katanya.
Nantinya bus ini akan melayani tamu undangan umum di luar dari tamu VVIP dan beroperasi dengan sistem shuttle di area Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN serta sebagai angkutan antar jemput bandara menuju hotel.
Sejumlah lokasi yang akan menjadi titik kumpul armada bus pun sudah ditinjaunya. Di antaranya Gedung Kesenian Balikpapan, Stadion Batakan Balikpapan, serta titik lokasi di wilayah Penajam Paser Utara (PPU).
"Nanti akan dilakukan suatu pengaturan, jadwal keberangkatan di setiap titik agar tidak terjadi penumpukan pada area drop off sumbu kebangsaan. Kita juga memerlukan kerja sama dan sinergi dengan seluruh stakeholders," imbuhnya.
Selain bus fossil sebanyak 97 unit, adapula kendaraan listrik atau electric vehicle (EV). Yakni 5 Unit EV bus besar milik PT Blue Bird, lalu 17 unit EV bus sedang oleh Otorita IKN, dan juga 5 unit EV minibus oleh Perum Damri.
Untuk pengaturan lalu lintas dan parkir kendaraan bus akan dikoordinasikan dan berkolaborasi dengan Polda Kaltim, Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim dan kabupaten/kota terkait, serta Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kaltim.
"Semoga semuanya sukses dan berjalan lancar dari semua moda transportasi yang akan digunakan ini,” pungkasnya. (*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko