Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Permintaan Kamar Penginapan Tinggi, Harga Ikut Melonjak di IKN

Syahrul Ramadan • Senin, 19 Agustus 2024 | 16:12 WIB
HUNIAN: Penginapan masih dicari-cari para pekerja dan pengunjung IKN. (SYAHRUL/KP)
HUNIAN: Penginapan masih dicari-cari para pekerja dan pengunjung IKN. (SYAHRUL/KP)
 
 
 
KALTIMPOST.ID, SEPAKU-Guest house atau kos-kosan menjadi kebutuhan untuk bisa menginap sementara waktu di tengah proses pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN).
 
Karena para pekerja proyek maupun pengunjung berbondong-bondong untuk mencari penginapan di kawasan Sepaku.
 
Terlebih, sebelum pelaksanaan hajatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di IKN. Beberapa kamar penginapan terisi penuh oleh tamu undangan dan pekerja proyek. Begitu juga dengan harga penginapan turut mengalami kenaikan.
 
Pemilik Wisma Green Parahyangan 2, Muntiono (56) menyampaikan, penginapan miliknya sudah mengalami peningkatan sejak Juli. “Kemudian memasuki awal bulan Agustus itu terus meningkat orang yang mencari penginapan,” sebutnya saat ditemui pada Minggu (18/8).
 
Puncaknya, terjadi sejak 15 Agustus kamar penginapannya sudah terisi penuh. Karena ada banyak tamu yang berdatangan untuk mengikuti pelaksanaan upacara di IKN.
 
“Ya sebenarnya sebelum Agustus penginapan atau hunian saya sudah naik sekitar 75 persen. Jadi sebelum Agustus sudah memang banyak yang mencari penginapan,” tuturnya.
 
Kata Muntiono, apalagi saat memasuki Agustus meningkat drastis. Karena terisi full 100 persen dari total 25 kamar penginapan yang dimilikinya.
 
Menurutnya, sebelum pelaksanaan upacara di IKN. Biasanya, penginapan tersebut masih ada yang belum terisi. “Palingan kosongnya 2 sampai 3 kamar,” ungkapnya.
 
Muntiono berujar, kemungkinan pasca pelaksanaan upacara hunian bakal kembali normal. “Karena besok sudah ada yang balik pasti akan normal lagi,” tuturnya.
 
Baca Juga: Herbal Kalimantan: Cawat Anuman Produk Budi Daya IKN untuk Stamina Optimal
 
Karena banyak yang mencari penginapan membuat harga sewa per satu hari mengalami kenaikan sejak awal Agustus. Sebelumnya, harga normal per hari mulai dari harga terendah Rp 250 dan Rp 350 harga tertinggi.
 
“Jadi saya menaikkan harganya hanya Rp 50-100 ribu,” sebutnya. Maka ketika memasuki awal Agustus harga penginapan per hari mengalami kenaikan menjadi Rp 350 harga terendah dan harga tertinggi Rp 400.
 
Sementara tren harga penginapan nantinya bakal normal kembali. “Pastinya nanti turun lagi karena hukum pasar ya ada permintaan dan penawaran,” jelasnya.
 
Di satu sisi, selama penginapannya berdiri sejak 2022. Rata-rata huniannya di dominasi oleh para pekerja proyek IKN. Sementara untuk pengujung ada namun tidak sebanyak pekerja IKN.
 
“Ya pekerja proyek IKN ada 80 persen menginap dan sisanya para pengunjung yang mau datang melihat IKN,” ungkapnya. Selain itu, para pekerja yang sudah nyaman di penginapannya karena memiliki fasilitas lengkap seperti AC, kasur, dan lain-lainya.
 
Sehingga pekerja IKN juga ada yang menyewa langsung per bulan. Dikatakannya, harga sewa per bulan mulai harga terendah Rp 3 juta. Sementara untuk harga tertinggi Rp 4 juta. “Alhamdulillah kalau secara penghasilan okelah,” ujarnya.
 
Terpisah, Resepsionis sekaligus pengawas Guest House Mangkulio, Hasan (26) mengatakan, tren pencari penginapan terjadi peningkatan secara signifikan. Karena sebelum pelaksanaan upacara HUT kemerdekaan RI di IKN memang banyak yang mencari tempat hunian.
 
“Jadi tren kenaikan itu terjadi sejak 27 Juli 2024 sampai memasuki Agustus 2024,” ungkapnya. Sehingga kamar penginapannya mengalami kenaikan sampai 90 persen.
 
“Dari 82 kamar yang disediakan hampir penuh,” ujarnya. Karena memang lokasi penginapannya yang dekat dengan proyek pembangunan IKN.
 
Jadi rata-rata yang menginap dari pihak pemerintahan. “Kebanyakan dari orang pemerintahan seperti Badan Siber dan Sandi Negara Indonesia, dan pihak kepolisian yang menginap di hunian ini,” ungkapnya.
 
Sementara sisanya, ada juga dari pekerja proyek IKN, khususnya mandor dan pemborongnya. Hasan menerangkan kalau sebelum bulan Juli memang sudah di atas 50 persen yang menginap.
 
“Kalo normalnya menginap di sini sekitar 70 persen aja,” tuturnya. Harga yang patok untuk huniannya bervariasi tergantung fasilitas yang diberikan.
 
Untuk harga normal sebelum Agustus, termurah Rp 200 ribu dan tertinggi 300 ribu per hari. “Jadi yang membedakannya yaitu fasilitas seperti kamar mandi luar atau dalam,” ungkapnya.
 
Menurut Hasan, harga penginapan sekarang sudah naik sejak awal Agustus. “Ya kenaikannya hanya Rp 50 ribu aja dari harga normalnya. Jadi sekarang harganya Rp 250 harga terendah dan tertingginya Rp 350,” pungkasnya.
 
Editor : Thomas Dwi Priyandoko
#IKN #sepaku