KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Bandara Nusantara segera dapat digunakan Presiden Joko Widodo.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan pendaratan perdana pesawat jet berpenumpang di bandara penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN), yang berada di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada, Kamis (12/9) pagi.
Pendaratan pun diklaim berjalan mulus dan selamat.
Menteri Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono usai mendamping Presiden Joko Widodo dalam kegiatan pengarahan kepada pejabat TNI-Polri di Istana Negara IKN, Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU menerangkan bahwa sebelum melakukan pendaratan perdana pesawat jet berpenumpang di Bandara Nusantara, telah dilakukan pengecekan oleh Kemenhub dan Sekretariat Militer Presiden (Sesmilpres).
“Jadi tadi pagi Pak Menhub (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi) sudah mendarat di sini (Bandara Nusantara) dengan Cessna. Sekarang sedang diupayakan untuk dicoba dengan RJ-85. Yang dipunyai oleh Pelita Air. Nah, ini sedang diupayakan,” katanya kepada awak media di Istana Negara IKN.
Pria yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Otorita IKN ini mengungkapkan bahwa pendaratan perdana pesawat jet berpenumpang di Bandara Nusantara, pilot yang mengemudikan menyampaikan bahwa kondisi aspal relative bagus.
“Menurut Pak Menhub dan melaporkan ke Presiden, ini bandaranya menurut pilotnya itu bagus. Jadi menggigit aspalnya yang dirasakan pilot itu. Tapi saya bilang ke pak Menhub upayakan hari ini bisa dengan RJ-85. Kalau ini nanti sudah, berarti nanti presiden akan beraktifitas dari bandara ini,” pinta Mochamad Basuki Hadimuljono.
Nantinya jika pesawat RJ-85 yang merupakan pesawat berukuran kecil, dengan daya angkut 90-100 penumpang untuk keperluan komersial dan untuk keperluan VVIP daya angkutnya hanya 30 penumpang ini, yang biasa digunakan Pelita Air dapat mendarat dengan baik.
Maka pesawat kepresidenan BAE 146-200 atau Avro RJ-85 juga dapat mendarat di Bandara Nusantara. “Karena kita tidak boleh mencoba dengan pesawatnya presiden. Yang punya hanya Pelita Air. Dan akan dicoba sekarang,” pungkasnya.
Dalam keterangan resmi, Kemenhub pendaratan perdana pesawat jet berpenumpang di Bandara Nusantara menggunakan pesawat jet berjenis Cessna Citation Longitude milik Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Kementerian Perhubungan berjalan dengan mulus dan baik.
Pendaratan perdana pesawat jet berpenumpang, membawa Menhub Budi Karya Sumadi dan Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Raja Juli Antoni bersama rombongan.
“Hari ini, kami melakukan proving flight dengan Cessna Citation Longitude, satu pesawat jet yang sama kualifikasinya dengan Boeing 737. Alhamdulillah, pesawat yang kami tumpangi berhasil mendarat dengan lancar dan selamat di Bandara IKN,” ujar Budi Karya Sumadi.
Dia juga menceritakan bahwa pendaratan pertamanya di Bandara Nusantara sangat berkesan dan luar biasa. Menurutnya, selain karena pendaratan yang mulus, ia dan penumpang lain juga disuguhi pemandangan IKN yang asri sebelum mengakhiri penerbangan.
“Sesaat sebelum mendarat, kami disuguhi pemandangan IKN yang asri dan mengagumkan. Ini sesuai dengan konsep besar awal pembangunan yang tetap mempertahankan unsur kehijauan,” terangnya.
Menhub juga menambahkan, tahap verifikasi dan kalibrasi Bandara IKN telah selesai dilakukan beberapa hari yang lalu. Alhasil, aspek keamanan daan keselamatan penerbangan di bandara IKN sudah dipastikan memenuhi standar.
“Verifikasi sudah dilakukan pada 8-9 September 2024, kemudian kalibrasi telah dilakukan pada 10 September 2024. Dengan begitu, Bandara IKN sudah siap digunakan untuk lepas landas dan pendaratan pesawat kepresidenan selama Pak Presiden berkantor di IKN,” pungkas Menhub.
Adapun panjang runway Bandara IKN saat ini sudah mencapai 2.200 meter, sedangkan gedung terminal VVIP pembangunannya telah mencapai lebih dari 90 persen, dengan interior yang menawan.
Sementara itu, jalan akses utama hampir selesai 100 persen dan berbagai fasilitas penunjang lainnya terus dimaksimalkan pengerjaannya. Menhub optimistis Bandara IKN akan selesai dibangun secara keseluruhan sesuai target waktu, yakni pada 31 Desember 2024.
Pada kesempatan ini, Capt Win Warsono yang menjadi pilot pesawat Cessna Citation Longitude menyebutkan, ini merupakan penerbangan perdana ke Bandara IKN untuk kategori jet engine dengan klasifikasi kelas C.
Ia pun menjelaskan bahwa dirinya dan crew pesawat telah mendapatkan informasi data dari Direktorat Bandar Udara dan tim verifikasi, sehingga data tersebut dapat dimasukkan ke dalam sistem navigasi pesawat Longitude.
Demikian pula dari Airnav dan Direktorat Navigasi sejatinya telah melakukan evaluasi untuk prosedur-prosedur keamanan dan keselamatan, dimana hasilnya sangat memuaskan.
“Secara keseluruhan, dari analisa kami, runway yang sudah existing ini aspalnya sangat menggigit. Artinya, braking action-nya luar biasa. Sebelum 2.200 meter sudah berhenti dengan konfigurasi normal,” jelas Capt. Win Warsono. (*)
Editor : Thomas Priyandoko