KALTIMPOST.ID, Dampak pembangunan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kota Balikpapan mendapat sorotan dari mahasiswa.
Mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Balikpapan menggelar aksi simbolik dan mimbar bebas di Taman Tiga Generasi, Kecamatan Balikpapan Selatan, Sabtu (21/12).
Mereka menuding pembangunan Tol IKN yang berada di Kecamatan Balikpapan Utara itu membawa penderitaan bagi masyarakat.
Koordinator lapangan (Korlap) Aksi, Rico Andre Reza Fahlevi menjelaskan aksi simbolik dan mimbar bebas yang digelar oleh DPC GMNI Balikpapan ini adalah bentuk dari upaya mengawal keresahan dan ketidakadilan yang diterima oleh masyarakat Balikpapan.
Khususnya masyarakat Kecamatan Balikpapan Utara yang menerima dampak dari Tol IKN ini.
“Kami menyuarakan permasalahan-permasalahan yang terjadi atas pembangunan Tol IKN yang tidak mendapatkan perhatian yang baik,” katanya dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Baca Juga: Lahan Terbebaskan, Proyek Semakin Melaju: Pembangunan Bandara VVIP untuk Dukung IKN
Pada aksi simbolik dan mimbar bebas yang dilaksanakan DPC GMNI Balikpapan ada empat tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Yakni mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan kompensasi ganti rugi dan bangunan masyarakat.
Kemudian mendesak pemerintah untuk segera mengevaluasi dampak lingkungan terkait pembangunan Tol IKN di Kecamatan Balikpapan Utara.
Selain itu, mendesak pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan banjir di RT 057 Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara yang diduga terdampak pembangunan Tol IKN ini.
Dan terakhir adalah menuntut pemerintah memberikan sanksi tegas kepada perusahaan yang melanggar Standar Operasional Kerja (SOP).
“Kami menilai beberapa permasalahan yang terjadi selama pembangunan Tol IKN ini, tampak seperti dibiarkan dan disengaja. Baik oleh pihak pemerintah maupun pihak perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan tol ini. Di mana, permasalahan yang timbul, mulai dari dampak kesehatan, lingkungan serta ganti rugi lahan yang belum tuntas,” ungkapnya.
Aksi simbolik dan mimbar bebas ini digelar mulai pukul 16.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita. Mahasiswa membawakan orasi, puisi, nyanyian, dan membagikan selebaran yang berisikan tuntutan kepada pemerintah.
Serta pihak-pihak terkait yang bertanggung jawab atas kondisi yang diderita oleh masyarakat akibat pembangunan Tol Balikpapan menuju IKN ini.
Aksi simbolik yang dilaksanakan pun dengan cara menyalakan lilin dan menampilkan drama teatrikal dengan peran yang dilakukan pemerintah.
Menggambarkan Tindakan Presiden Joko Widodo pada masa kepemimpinannya, membuat masyarakat kesulitan.
Baca Juga: Selain Rehabilitasi Bendungan, Pemprov Resmikan Lima Sumur Bor di IKN
Dengan membawa tajuk “Dampak Warisan Penderitaan Mulyono”. Di mana, berdasarkan analisis sosial (ansos) yang telah disusun oleh DPC GMNI Balikpapan, dampak dari pembangunan Tol IKN tersebut telah menimbulkan korban.
“Ada 1 korban jiwa meninggal dunia dan 1 kritis akibat mengidap penyakit pernafasan. Sebagai akibat jangka panjang yang ditimbulkan oleh kegiatan proyek yang masif ini. Namun tidak dibarengi dengan standar operasional kerja. Serta pengawasan langsung oleh pemerintah dalam keberlangsungan pembangunan proyek ambisius ini,” paparnya.
Belum lagi permasalahan banjir yang harus dihadapi masyarakat. Karena drainase atau saluran air yang tertutup akibat pembangunan Tol IKN.
Bahkan saat tidak hujan, menimbulkan genangan air dan memunculkan potensi berkembangnya nyamuk aedes aegypti yang dapat menularkan demam berdarah.
Membawa bahaya demam berdarah di mana kita semua tahu bahwa demam berdarah adalah wabah.
Ketika hujan, debit air yang datang dari arah proyek pembangunan tol dapat membuat tinggi muka air (TMA) sekira 1 hingga 2,5 meter.
Akibatnya pemilik rumah tak bisa mendiami rumahnya, sampai genangan surut. Selain itu, harus membersihkan rumahnya dari sisa endapan lumpur.
“Bayangkan saja, betapa lelahnya fisik dan mental korban terdampak banjir akibat proyek ambisius ini,” kritik Rico. (*)
Editor : Dwi Puspitarini