KALTIMPOST.ID, PENAJAM— Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus bergulir di tengah kompleksitas lapangan. Salah satu perusahaan pelat merah, PT Hutama Karya (Persero), terlibat langsung dalam pengerjaan berbagai infrastruktur vital di kawasan ini.
Namun, pekerjaan di lapangan tidak selalu berjalan mulus. Cuaca yang sulit diprediksi, jenis tanah yang beragam, serta dinamika anggaran menjadi tantangan utama bagi kontraktor yang sudah berpengalaman membangun proyek besar di berbagai wilayah Indonesia ini.
“Laju pembangunan IKN tidak lepas dari hambatan teknis dan alam. Tapi kami terus menyesuaikan metode kerja agar progres tetap berjalan,” kata Adjib Al Hakim, pejabat senior perusahaan, dalam keterangannya pada Sabtu (21/6/2025).
Hujan dan Tanah Lunak Hambat Proses Fisik
Lokasi IKN dikenal dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Bagi pelaksana proyek konstruksi, ini menjadi kendala besar, khususnya saat mengerjakan pengaspalan jalan atau struktur yang menuntut kondisi kering. Genangan air dan tanah jenuh air bisa menyebabkan pekerjaan tertunda bahkan rusak.
Tak hanya itu, jenis tanah di kawasan ini pun sangat bervariasi — dari lapisan lempung hingga rawa. Pengerjaan infrastruktur seperti jembatan dan gedung memerlukan pendekatan rekayasa yang berbeda dibanding wilayah kering dan stabil.
“Kami pernah menghadapi tantangan serupa di proyek Jalan Tol Trans Sumatera. Jadi kami sudah cukup siap secara teknis,” ujarnya.
Dinamika Biaya dan Penyesuaian Lapangan
Selain aspek fisik, penyesuaian anggaran juga menjadi bagian dari tantangan di proyek berskala nasional seperti IKN. Biaya tak terduga bisa muncul dari perubahan desain, proses pembebasan lahan, atau lonjakan harga bahan bangunan. Menurut Adjib, hal ini menuntut kedisiplinan dalam perencanaan keuangan tanpa menunda progres pekerjaan.
Teknologi Jadi Senjata Utama
Menghadapi kompleksitas tersebut, Hutama Karya mengandalkan pemanfaatan teknologi digital. Salah satu sistem yang digunakan adalah BIM (Building Information Modeling), yang memungkinkan semua proses desain, pengawasan, dan perencanaan terintegrasi dalam satu platform digital.
Sementara itu, teknologi mmGPS digunakan untuk meningkatkan ketepatan dalam pekerjaan jalan, termasuk pengaspalan yang harus dilakukan dalam waktu singkat di sela cuaca buruk. Sistem ini diterapkan pada proyek Tol IKN Segmen 3A Karangjoang–KKT Kariangau, yang kini sudah rampung sepenuhnya.
Tenaga Kerja Lokal Diperkuat
Hutama Karya juga melibatkan warga setempat dalam proyek. Mereka diberikan pelatihan melalui program seperti Sekolah Site Operation Manager dan pelatihan singkat bidang teknis. Langkah ini tidak hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga membuka lapangan kerja sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia lokal.
Proyek Masjid Negara Jadi Sorotan
Salah satu proyek yang menjadi perhatian publik adalah Masjid Negara IKN, dengan desain ikonik berkubah sorban. Hingga pertengahan Juni 2025, pengerjaannya telah mencapai hampir 70 persen dan ditargetkan selesai tepat waktu sesuai kontrak.
Dengan berbagai upaya tersebut, Hutama Karya optimistis dapat menuntaskan tanggung jawabnya di IKN. Perpaduan antara adaptasi teknologi, pelatihan sumber daya manusia, dan manajemen risiko dinilai menjadi kunci untuk menghadapi kompleksitas proyek nasional ini.
Editor : Uways Alqadrie