KALTIMPOST.ID, Perjalanan wisata ke luar negeri tak hanya sekadar rekreasi, tetapi juga bisa menjadi ajang pembelajaran.
Inilah yang dirasakan Andre Zaini, warga Kelurahan Gersik, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, setelah berkesempatan mengikuti tur Balikpapan-Hongkong selama 5-10 Juli 2025.
Diberangkatkan oleh Ayowisata Travel Jakarta yang disponsori Agres.id sebagai hadiah pencapaian target toko komputer se-Indonesia, Andre bersama 127 peserta lain dari berbagai provinsi merasakan langsung geliat pariwisata Hongkong yang mendunia.
Menurut Andre yang menuturkan pengalamannya kepada Kaltim Post, baru-baru ini, dia banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik dari kemajuan pariwisata Hongkong, terutama yang berkaitan dengan potensi wisata di daerahnya, PPU, dan Kalimantan Timur secara umum.
Salah satu hal yang paling membuat Andre terkesan adalah kemajuan pembangunan pariwisata di Hongkong dari sisi fasilitas.
“Fasilitas angkutan umum dan fasilitas publik sangat mudah diakses,” katanya. Ketersediaan infrastruktur yang memadai, seperti tol bawah laut Hongkong-Makau yang spektakuler, menjadi penunjang utama kenyamanan wisatawan.
Andre bahkan terkejut bahwa biaya perjalanan dari Jakarta ke Hongkong bisa lebih murah dibandingkan dengan perjalanan ke Raja Ampat, Papua.
Ini menunjukkan efisiensi dan kemudahan aksesibilitas yang ditawarkan Hongkong.
Meski infrastruktur Hongkong begitu modern, Andre menegaskan bahwa dari segi destinasi dan keindahan alam, PPU dan Indonesia pada umumnya tidak kalah.
“Keindahan alam kita di PPU lebih bagus dari Hongkong,” kata Andre. Ia heran mengapa Hongkong justru menjadi destinasi favorit wisatawan asing, padahal PPU memiliki Pantai Tanjung Jumlai dan Pantai Corong di Kecamatan Penajam, PPU, yang menurutnya jauh lebih indah.
Perbedaannya, lanjut Andre, terletak pada keseriusan model penggarapan dan teknik pemasarannya hingga Hongkong dikenal di dunia.
Hongkong berhasil mengemas potensi alam dan kota mereka menjadi daya tarik global melalui pembangunan yang modern dan infrastruktur yang sangat baik.
Selama di Hongkong, Andre dan rombongan juga berkesempatan mengunjungi Disneyland Hongkong, yang disebutnya sebagai “tempat permainan yang sangat spektakuler dan terbaik di Asia”.
Di sana, tersedia beragam permainan untuk anak-anak maupun petualangan bagi orang dewasa. Melihat hal ini, Andre optimistis bahwa Indonesia, khususnya PPU atau Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, sangat berpotensi untuk membangun taman hiburan sebesar Disneyland.
“Lokasi dan wilayah kita strategis sekali ke depannya sebagai Ibu Kota Negara,” tegasnya. Ini menjadi sebuah visi yang menarik, mengingat PPU memiliki lahan yang luas dan posisi yang strategis untuk pengembangan wisata berskala internasional.
Selain Disneyland, Andre juga mengunjungi Victoria Peak, puncak kota Hongkong yang menawarkan keindahan panorama kota dan Pelabuhan Victoria dengan gedung-gedung pencakar langit di tepi laut.
Potensi pemandangan kota dan pesisir yang serupa sebenarnya juga dimiliki PPU, namun lagi-lagi, kuncinya terletak pada bagaimana potensi tersebut digarap dan dipasarkan secara serius.Pengalaman Andre Zaini dari Hongkong menjadi catatan penting bagi pengembangan pariwisata di PPU dan Kalimantan Timur.
Dengan potensi alam yang melimpah dan posisi yang strategis sebagai gerbang IKN, PPU memiliki modal besar untuk menjadi destinasi wisata berkelas dunia.
Namun, hal ini membutuhkan keseriusan dalam pembangunan infrastruktur, pengelolaan destinasi secara modern, serta strategi pemasaran yang agresif dan terarah agar keindahan PPU tidak hanya dinikmati oleh warga lokal, tetapi juga mendunia seperti Hongkong. ***
Editor : Dwi Puspitarini