KALTIMPOST.ID-Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik, Suparman, baru-baru ini melakukan peninjauan terhadap perkembangan pembangunan Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius yang berlokasi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim.
Hingga saat ini, kemajuan fisik bangunan yang diproyeksikan menjadi ikon kerukunan dan moderasi beragama di kawasan IKN tersebut telah melampaui separuh pengerjaan, tepatnya mencapai 55 persen.
Dalam lawatan kerja tersebut, Dirjen Bimas Katolik ditemani oleh perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum, Otorita IKN, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Timur.
Kunjungan ini meliputi pengamatan langsung di lokasi konstruksi, sesi mendengarkan presentasi teknis dari pihak kontraktor, dan verifikasi bahwa seluruh tahapan proyek berjalan sesuai dengan jadwal waktu serta standar kualitas yang telah ditentukan.
“Kami bersyukur melihat progres pembangunan Basilika Nusantara sangat menggembirakan. Berdasarkan laporan yang kami terima, realisasi fisiknya sudah di atas 55 persen. Capaian ini merupakan hasil dari kolaborasi dan kerja keras berbagai pihak yang bertekad membangun rumah ibadah yang megah dan terhormat di pusat Ibu Kota Nusantara,” kata Suparman seperti penjelasannya melalui laman Kementerian Agama Republik Indonesia dikutip Jumat (17/10).
Gereja Basilika Santo Fransiskus Xaverius didirikan di atas lahan seluas hampir 12.000 meter persegi.
Kompleks ini akan memiliki fasilitas utama berupa gedung gereja empat lantai, kediaman uskup, area taman doa dan Jalan Salib, Gua Maria, serta bangunan pendukung lainnya.
Dirancang untuk menampung sekitar 1.600 jemaat, gereja ini akan menjadi basilika pertama di Indonesia yang berdiri di lingkungan pusat pemerintahan yang baru.
Dirjen Bimas Katolik menggarisbawahi bahwa fungsi basilika ini melampaui sekadar tempat peribadatan umat Katolik. Lebih dari itu, bangunan ini diharapkan menjadi representasi nyata dari semangat persaudaraan dan harmoni antarumat beragama di IKN.
“Kehadiran Basilika Nusantara menjadi penanda bahwa pembangunan IKN tidak hanya menitikberatkan pada aspek infrastruktur fisik, melainkan juga pada pengembangan dimensi spiritual dan nilai-nilai kebangsaan yang memperkuat semangat Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Suparman turut menyampaikan apresiasi kepada Kementerian PU atas pengawasan teknis proyek dan Otorita IKN yang memfasilitasi urusan lahan dan perizinan.
Ia berharap penyelesaian pembangunan basilika dapat tepat waktu, sesuai target pada Desember 2025, agar bisa segera difungsikan untuk kegiatan pastoral dan kerohanian umat Katolik di IKN dan sekitarnya.
Kunjungan tersebut ditutup dengan agenda pertemuan bersama Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, guna membahas rencana peresmian bersama Masjid Negara dan Gereja Basilika yang direncanakan berlangsung pada Juni 2026. (*)
Editor : Almasrifah