NUSANTARA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono membocorkan rencana pihaknya memulai langkah untuk hijrah dalam penggunaan moda transportasi. Dari penggunaan kendaraan konvensional ke electric vehicle (EV) alias kendaraan listrik. Hal tersebut diungkap Basuki dalam kegiatan temu awak media di IKN, Rabu (29/10/2025).
“Sebenarnya belum mau saya publikasi. Namun ini akan bertahap. Jadi nanti di tahun depan akan kami mulai sosialisasi. Dari kami dulu (OIKN), kami akan mulai untuk mewajibkan penggunaan EV,” ungkap Basuki disela menjelaskan terkait rencana pembangunan kompleks legislatif dan yudikatif di IKN.
Basuki menyebut, di 2026 seluruh pimpinan hingga staf OIKN harus beralih. Mengganti kendaraan operasionalnya. Dari kendaraan berbasis bahan bakar minyak (BBM) ke kendaraan berbasis listrik. Namun ada pengecualian. Yakni kendaraan yang digunakan untuk mengangkut logistik atau material.
“Kecuali kendaraan untuk yang pembangunan. Untuk yang jasa konstruksi ini belum bisa kami terapkan EV. Karena belum ada. Jadi memang untuk awal kami dulu. Itu staf OIKN yang bawa mobil (BBM) nanti enggak ada lagi. Mulai tahun depan akan kami sosialisasinya,” sebutnya.
Targetnya di 2028 nanti, ketika IKN resmi menjadi ibu kota politik sesuai Perpres Nomor 79 Tahun 2025, penggunaan EV akan semakin masif. “Jadi bertahap. Meski nanti 2028 masih akan ditemukan kendaraan yang beragam. Ada combustion, EV, atau hibrid. Jadi memang enggak semua harus EV, nanti mandek ini (pembangunan),” sebutnya.
Untuk diketahui, saat ini penggunaan kendaraan listrik di IKN baru diterapkan terbatas pada moda transportasi umum, yakni bus yang melayani masyarakat dan pegawai di IKN. (*)
Editor : Muhammad Ridhuan