NUSANTARA - Untuk memperkuat pelaksanaan pembangunan Tahap II Ibu Kota Nusantara (IKN), Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) melakukan penandatanganan enam kontrak dan menggelar pre-construction meeting (PCM) terintegrasi di Kantor Kemenko 4, Nusantara, pada Senin (10/11/2025).
Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono menjelaskan, penandatanganan enam kontrak teranyar yang dilakukan pihaknya menjadi bagian dari batch kedua dan akan terus berlanjut dengan kontrak-kontrak berikutnya. Hingga tuntas di 5 Desember 2025.
“Setelah (tanda tangan kontrak) ini, setiap dari kita merupakan sebuah tim. Memiliki peran masing-masing. Tentu akan menciptakan lapangan pekerjaan baru,” sebutnya.
Basuki pun mengingatkan, agar setiap pemegang kontrak ini bisa komitmen menyelesaikan target yang sudah ditetapkan. Tidak boleh meminta perpanjangan waktu khususnya untuk pekerjaan fisik. Karena menurutnya setiap perusahaan yang terlibat dalam tender ini sudah paham kondisi dan situasi di IKN.
“Bapak-bapak semua sudah familiar dengan kondisi di sini (IKN). Terutama soal cuaca. Jadi saya tegaskan, tidak ada alasan untuk minta perpanjangan waktu karena alasan cuaca. Buat konsultan, saya tidak ingin hanya jadi penyalur tenaga kerja. Tapi penyalur tenaga ahli. Tolong jangan main-main. Ada perubahan nama di atas 10 persen saja, saya bisa putus (kontrak),” tegas Basuki kepada para perwakilan KSO yang hadir.
Untuk diketahui, pembangunan IKN Tahap 2 dibagi menjadi 3 batch, batch 1 (Single years contract 2025), batch 2 (Multi years contract 2025-2027), dan batch 3 (Multi years contract 2026-2028). Batch 1 pekerjaan yang saat ini sedang berlangsung dan akan selesai pada akhir Desember 2025. Sedangkan 6 paket pekerjaan yang telah terkontrak hari ini merupakan bagian dari batch 2.
Saat ini pada batch 2 sebanyak 12 paket pekerjaan konstruksi dalam proses tender meliputi pembangunan perkantoran lembaga Legislatif, Yudikatif, dan ekosistem pendukungnya seperti infrastruktur sumber daya air dan jaringan perpipaan air minum. Selain itu, sebanyak 7 paket pekerjaan manajemen konstruksi/supervisi juga dalam tahap tender sehingga diharapkan pada akhir November 2025 seluruh pekerjaan tersebut dapat dimulai.
“Ada tiga hal yang saya tegaskan untuk diperhatikan yaitu kualitas, estetika, dan keberlanjutan lingkungan. Saya tinggal di sini, saya bisa supervisi setiap saat. Saya tegaskan bahwa seluruh penyedia jasa harus memenuhi tiga hal tersebut,” ujar Basuki. (adv/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan