Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Gunung Parung Jadi Pionir 'Living Museum' di IKN, Padukan Petualangan Alam dan Kearifan Lokal

Ari Arief • Rabu, 24 Desember 2025 | 07:00 WIB

MENDAKI: Wisatawan dapat menikmati sensasi petualangan mendaki yang dikemas mendalam dan terkurasi melalui paket Authentic Hiking Gunung Parung, yang berlokasi di area Hutan Adat Suku Balik Sepaku.
MENDAKI: Wisatawan dapat menikmati sensasi petualangan mendaki yang dikemas mendalam dan terkurasi melalui paket Authentic Hiking Gunung Parung, yang berlokasi di area Hutan Adat Suku Balik Sepaku.

KALTIMPOST.ID,IKN-Pengembangan pariwisata berbasis komunitas di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus berlanjut.

Paket Wisata Authentic Hiking Gunung Parung resmi diluncurkan sebagai penutup rangkaian kegiatan Peningkatan Kapasitas Pengelola Wisata Budaya Balik Nan Living Museum sejak 26 November hingga 21 Desember 2025.

Dikutip dari laman resmi IKN, Selasa (23/12), peluncuran paket wisata ini menjadi tanda lahirnya produk ekowisata unggulan berbasis masyarakat di IKN.

Tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata alam dan budaya secara autentik.

Inisiatif ini juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal, penciptaan peluang ekonomi baru, serta penguatan peran masyarakat adat dalam pengelolaan destinasi wisata yang berkelanjutan.

Baca Juga: Terpikat Progres IKN, Belgia Jajaki Kolaborasi Strategis di Kawasan Diplomatik

Paket Authentic Hiking Gunung Parung menawarkan pengalaman pendakian autentik di kawasan Hutan Adat Suku Balik Sepaku yang dikurasi secara imersif.

Wisatawan diajak menikmati keindahan alam sekaligus memahami nilai-nilai budaya lokal melalui aktivitas bermakna, seperti penanaman pohon, sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan identitas budaya masyarakat setempat.

Pada peluncuran perdananya, kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 50 peserta dari berbagai daerah di Kaltim, antara lain Kota Bontang, Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap konsep wisata berbasis alam dan budaya yang berkelanjutan di kawasan IKN.

Baca Juga: Polda Kaltim dan Kemen PU Cek Jalur Fungsional Tol IKN, Jamin Kelancaran Arus Lalu Lintas Jelang 2026

Program ini merupakan bagian dari inisiatif strategis Otorita Ibu Kota Nusantara bertajuk “The Living Museum Story: Voices of The Forest”.

Melalui program ini, Otorita IKN mendorong pemberdayaan masyarakat lokal, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gunung Parung, sebagai pelaku utama pengembangan ekowisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

Melalui Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif, Otorita IKN memberikan pendampingan intensif dan terstruktur kepada pengelola lokal melalui rangkaian lokakarya terkurasi.

Materi yang diberikan mencakup penguatan storytelling berbasis budaya lokal, pengembangan produk wisata, strategi pemasaran, hingga produksi konten promosi. Sebanyak 10 peserta terpilih mengikuti proses peningkatan kapasitas ini secara intensif.

Hasil dari rangkaian pendampingan tersebut tidak hanya melahirkan paket wisata Authentic Hiking Gunung Parung, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan dan profesionalisme pengelola lokal.

Baca Juga: Polda Kaltim Amankan Pembangunan IKN lewat Operasi Nusantara Mahakam 2025, Proyek Strategis Berjalan Kondusif

Gunung Parung kini menjadi destinasi wisata pertama di kawasan IKN yang menawarkan pengalaman budaya dan alam secara terpadu dalam konsep Balik Nan Living Museum.

Kehadiran destinasi ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat peran pemandu lokal, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi turunan bagi masyarakat sekitar.

Sebelum peluncuran paket wisata, Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN juga melakukan kunjungan lapangan untuk mengidentifikasi daya dukung dan tantangan pengembangan destinasi.

Baca Juga: Ekowisata Bamboe Wanadesa Alami Lonjakan Kunjungan dan Perkembangan Sejak Didatangi Jokowi, Intip Keindahannya

Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan integrasi daya tarik wisata berbasis budaya dan alam dapat berjalan selaras dengan konsep living museum dan prinsip keberlanjutan.

“Program ini merupakan upaya lanjutan dalam mengembangkan pilot project Museum Kehidupan bagi Masyarakat Adat yang terintegrasi dengan konsep pengembangan ekowisata yang inklusif.

Lokakarya ini menyasar Pokdarwis Gunung Parung yang selama ini berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan ekosistem alam serta nilai budaya di kawasan tersebut,” ujar Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Dr. Muhsin Palinrungi.

Baca Juga: Bukan Sekadar Pemerintahan, IKN Dirancang Jadi Surga UMKM dan Investasi Hijau

Seluruh rangkaian kegiatan ini turut dimentori oleh Ida Bagus Agung Gunasthawa, Founder Samsara Living Museum, Bali, yang memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan destinasi wisata berbasis budaya di Indonesia.

Selain itu, pendampingan teknis juga dilakukan oleh Munji Asshiddiqi, staf Direktorat Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, yang baru saja mengikuti program beasiswa studi singkat mengenai praktik terbaik pengelolaan pariwisata berkelanjutan di Australia.

Ke depan, daya tarik wisata Gunung Parung telah masuk dalam prioritas pengembangan pariwisata Nusantara.

Otorita IKN saat ini tengah menyusun kajian pemasaran wisata serta paket investasi pariwisata yang ditargetkan rampung pada tahun ini, guna menarik minat wisatawan dan investor sekaligus memperkuat ekosistem pariwisata berkelanjutan di IKN.

Melalui pengembangan ekowisata berbasis komunitas ini, Otorita Ibu Kota Nusantara menegaskan komitmennya dalam membangun Nusantara sebagai Kota Hutan yang memadukan kemajuan pembangunan dengan pelestarian budaya, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat lokal.(*)

Editor : Dwi Puspitarini
#paket #Gunung Parung #wisata ikn #wisata #IKN #Living Museum #hiking #sepaku