KALTIMPOST.ID,IKN-Meskipun sering dihujani kritik dan dianggap sepi peminat, proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) kini menunjukkan perkembangan yang semakin solid.
Kemajuan ini sekaligus membantah spekulasi negatif yang menjuluki kawasan tersebut sebagai "kota hantu".
Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ariyo Bimo, menegaskan bahwa narasi miring tersebut sudah tidak lagi relevan dengan fakta di lapangan.
Menurutnya, urgensi pembangunan IKN kian nyata ketika melihat kondisi Jakarta yang masih terus berkutat dengan problem klasik seperti banjir besar dan kemacetan yang kian parah.
"Langkah mempercepat pembangunan IKN saat ini bukan lagi sekadar keputusan politik, melainkan kebutuhan struktural. Jakarta sudah mencapai titik jenuh dalam menampung beban infrastruktur dan lingkungan," ujar Ariyo kepada media, Selasa (26/1/2026).
Baca Juga: Kaltim Memanggil! 3.000 Jamaah Siap Putihkan IKN dalam Resepsi 1 Abad Miladiyah NU
Ariyo menjelaskan bahwa IKN didesain untuk memecah konsentrasi ekonomi, administrasi, dan penduduk yang selama ini bertumpu di Jakarta.
Dengan konsep kota modern yang berkelanjutan, kehadiran investor di IKN dianggap sebagai hasil dari perhitungan yang matang.
Ketertarikan pihak swasta ini, lanjut Ariyo, tidak lepas dari komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto untuk menjamin keberlanjutan proyek tersebut.
Investor melihat adanya stabilitas kebijakan dan arah pembangunan yang jelas di era pemerintahan saat ini.
"Dunia usaha bekerja berdasarkan logika rasional. Mereka mencermati sinyal kebijakan dan kesinambungan pemerintahan. Ketika kepastian itu ada, modal akan mengalir dengan sendirinya," tambahnya.
Baca Juga: Ramalan BI, Ekonomi Kaltim Tumbuh 5 Persen Berkat Arus Investasi IKN Rp 225 Triliun
Alih-alih optimisme tanpa dasar, masuknya investasi asing maupun domestik menjadi bukti fisik bahwa IKN memiliki prospek ekonomi jangka panjang yang menjanjikan.
Dengan skema pembiayaan yang variatif dan dukungan penuh pemerintah, IKN diposisikan sebagai epicentrum pertumbuhan baru di Indonesia.
Bagi PSI, kata dia, kehadiran para pemodal di IKN adalah indikator paling valid bahwa proyek ini secara teknis layak dan secara kebijakan sangat realistis untuk diwujudkan.(*)
Editor : Almasrifah