KALTIMPOST.ID, IKN-Proyeksi Ibu Kota Nusantara (IKN) kini semakin luas. Tak sekadar menjadi poros birokrasi, IKN juga dipersiapkan menjadi pusat gravitasi baru bagi pengembangan budaya dan industri kreatif nasional.
Rencana pembangunan Pusat Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif mulai matang demi memastikan ekosistem kreatif menyatu dengan identitas ibu kota masa depan.
Dukungan kuat datang dari anggota Komisi VI DPR RI, Kawendra Lukistian. Saat meninjau lokasi pada Jumat (30/1/2026), Ketua Umum DPP Gekrafs ini menekankan bahwa IKN membutuhkan ruang representatif untuk memperkuat fondasi industri kreatif.
Baca Juga: Prabowo Sentil IKN Hingga Samarinda, Ruas Jalan Jangan Dipenuhi Sampah Visual Spanduk!
Ia menilai desain IKN yang futuristik sangat serasi dengan semangat inovasi dan kekayaan tradisi Indonesia.
“IKN harus memiliki pusat ekonomi kreatif dan kebudayaan sebagai penyokong ekosistem kota. Saya melihat suasana di sini sudah sangat mencerminkan napas kreatif dan budaya,” tutur Kawendra dikutip Senin (2/2).
Pembangunan pusat ini tidak hanya dipandang sebagai bangunan fisik atau simbol semata. Lebih dari itu, fasilitas tersebut akan menjadi mesin penggerak inovasi sekaligus sarana diplomasi budaya Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyambut hangat gagasan tersebut. Ia berkomitmen untuk merealisasikan usulan tersebut agar tidak hanya menjadi konsep, tetapi memiliki nilai ekonomi yang konkret bagi masyarakat.
Baca Juga: Pikat Kampus Elite Amerika Serikat, IKN Jadi Laboratorium Global untuk Kota Masa Depan Hijau
“Saya sangat setuju. Masukan dari Mas Kawendra akan kita olah agar lebih implementatif dan berorientasi ekonomi. Ke depan, wadah ini akan kita namakan Pusat Kebudayaan dan Ekonomi Kreatif,” kata Basuki Hadimuljono.
Kehadiran pusat ini diharapkan mampu menjadikan IKN sebagai etalase bagi para seniman dan pelaku ekonomi kreatif untuk memamerkan karya terbaik mereka.
Langkah ini diyakini akan memperkokoh posisi Indonesia sebagai negara dengan daya saing global yang tetap berpijak pada nilai-nilai luhur kebudayaan.(*)
Editor : Almasrifah