KALTIMPOST.ID,IKN-Transformasi sektor pendidikan di Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikebut. Terbaru, Kementerian Agama (Kemenag) RI mematangkan rencana pembangunan kawasan Madrasah Terintegrasi yang akan berdiri di atas lahan seluas 21 hektare.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meninjau langsung lokasi calon pusat pendidikan tersebut pada Jumat (20/2) lalu. Ia menegaskan bahwa proyek ini merupakan langkah strategis untuk menyediakan layanan pendidikan Islam yang komprehensif bagi warga ibu kota baru.
"Kami melakukan peninjauan di IKN untuk segera mewujudkan berbagai program prioritas. Salah satunya adalah kehadiran madrasah terpadu yang mencakup semua jenjang, mulai dari Raudhatul Athfal (RA), MI, MTs, hingga Madrasah Aliyah (MA)," ujar Nasaruddin dalam kunjungannya ke IKN, baru-baru lalu itu.
Baca Juga: Upgrade Level! 20 Sekolah di IKN Siap Cetak Standar Baru Pendidikan
Fasilitas Bertaraf Modern
Dalam pertemuan dengan Kepala Otorita IKN (OIKN) Basuki Hadimuljono, Menag menjelaskan bahwa kawasan pendidikan ini tidak hanya berisi ruang kelas. Konsep "terintegrasi" yang diusung akan mencakup fasilitas penunjang modern, di antaranya asrama siswa (boarding school), sarana olahraga terpadu, masjid pusat, dan fasilitas pendukung lainnya.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan penduduk seiring berpindahnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dan warga dari luar daerah ke IKN. Pihak OIKN pun menyatakan kesiapannya untuk mengalokasikan lahan demi kelancaran proyek strategis nasional ini.
Evaluasi Fasilitas ASN
Selain fokus pada pendidikan, Menag juga menyempatkan diri meninjau perkantoran, fasilitas kesehatan, serta hunian rumah susun (rusun) bagi ASN. Ia berdialog langsung dengan para pegawai dan tenaga kesehatan yang sudah lebih dulu bertugas di IKN.
Nasaruddin memuji efisiensi sistem kerja di IKN yang didukung infrastruktur digital mumpuni. Menurutnya, koneksi internet dan fasilitas hunian yang dekat dengan kantor sangat membantu produktivitas.
"Saya melihat ini sangat efektif. Karyawan sudah disiapkan tempat tinggal dan kantor yang memadai. Dengan jaringan internet yang oke, koordinasi vertikal Kemenag dari pusat ke daerah kini tidak harus selalu bertumpu di Jakarta. Kita bisa mengendalikan semuanya dari sini," tegasnya.
Kehadiran Madrasah Terpadu ini diharapkan menjadi magnet baru bagi warga Kalimantan Timur dan pendatang, sekaligus menjadi standar baru bagi mutu pendidikan Islam di Tanah Air.(*)
Editor : Dwi Puspitarini