Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Warga IKN Dilatih Kerajinan Rotan dan Kayu, Siap Jadi Motor Ekonomi Kreatif

Ari Arief • Rabu, 15 April 2026 | 15:44 WIB
Warga di sekitar IKN dilatih memanfaatkan kayu dan rotan untuk ekonomi kreatif mulai 13-17 April 2026.(oikn/kp)
Warga di sekitar IKN dilatih memanfaatkan kayu dan rotan untuk ekonomi kreatif mulai 13-17 April 2026.(oikn/kp)

KALTIMPOST.ID,IKN-Di tengah deru mesin proyek infrastruktur Ibu Kota Nusantara (IKN), sebuah geliat berbeda tampak di Tower D Rusun ASN 1.

Sejak 13 hingga 17 April 2026, suasana di sana lebih riuh oleh suara pahatan kayu dan aroma rotan yang diolah.

Sebanyak 20 perwakilan dari berbagai kecamatan di wilayah delineasi IKN sedang ditempa menjadi punggawa ekonomi kreatif baru.

Baca Juga: Pipa Diperbaiki, Air di Penajam dan Sekitarnya Bakal Mati Sementara Mulai Kamis Pagi

Pelatihan anyaman rotan dan ukir kayu ini bukan sekadar agenda pengisi waktu.

Otorita IKN (OIKN) mendatangkan langsung tim ahli dari Kementerian Perindustrian, Edi Eskak, Hadi Sumarto, Nova Retnawati, dan Zuriyah, untuk memastikan peserta tidak hanya jago teori, tapi tangguh dalam praktik.

Direktur Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Otorita IKN, Muhsin Palinrungi, menegaskan misi besar di balik kegiatan ini.

Menurutnya, kemandirian ekonomi masyarakat lokal harus berjalan beriringan dengan megahnya gedung-gedung pemerintahan.

“Kami ingin memastikan budaya lokal tetap lestari dan menjadi motor penggerak ekonomi. Pelatihan ini adalah langkah awal lahirnya pelaku ekonomi kreatif yang orisinal dari tanah IKN,” ujar Muhsin dikutip Rabu (15/4).

Baca Juga: ​11 WNA Dideportasi dari Balikpapan Selama 2026, Mayoritas Tergiur Peluang di IKN  

Menariknya, antusiasme tidak hanya datang dari pelaku usaha. Daniel, seorang guru di SMPN 02 Penajam Paser Utara (PPU), menjadi salah satu peserta yang paling vokal.

 Baginya, ilmu mengukir dan menganyam adalah "warisan" yang harus segera diamankan sebelum tergerus zaman.

“Potensi rotan di sekitar kita melimpah, tapi selama ini kita hanya menjadi penonton. Ilmu ini akan saya bawa ke sekolah. Generasi muda harus tahu cara mengolah kekayaan alamnya sendiri,” kata Daniel dengan nada optimistis.

Setali tiga uang, Dina, pengusaha perabotan asal Sepaku, merasa mendapat suntikan tenaga baru. Baginya, sentuhan desain modern yang diajarkan dalam pelatihan sangat membantu meningkatkan "kelas" produknya agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga: Titiek Soeharto Ulang Tahun ke-67, Didiet Prabowo Beri Kejutan Spesial, Prabowo Kirim Ucapan dari Eropa

Melalui inisiatif ini, Otorita IKN seolah ingin mengirimkan pesan kuat: IKN tidak hanya membangun fisik, tetapi juga sedang merajut fondasi ekonomi kerakyatan yang berbasis pada akar budaya lokal. 

Sebuah upaya menuju ekosistem yang inklusif, di mana masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, melainkan pemain utama di rumah sendiri.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
#Otorita #ekonomi kreatif #Warga IKN