Gema Musik Batak di Ibu Kota Nusantara, Harmoni Budaya di Plaza Seremoni yang Memikat

Ari Arief • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 09:24 WIB
Suasana meriah konser musik Batak di Amphitheater Plaza Seremoni Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, Ibu Kota Nusantara, Rabu (15/06/2026), yang menghadirkan harmoni budaya dan kebersamaan lintas masyarakat. (OIKN/KP)
Suasana meriah konser musik Batak di Amphitheater Plaza Seremoni Kawasan Inti Pusat Pemerintahan, Ibu Kota Nusantara, Rabu (15/06/2026), yang menghadirkan harmoni budaya dan kebersamaan lintas masyarakat. (OIKN/KP)

 

KALTIMPOST.ID,IKN-Senja di Ibu Kota Nusantara (IKN) terasa berbeda pada Rabu (15/06/2026). Alunan musik etnik yang enerjik berpadu dengan megahnya latar Istana Garuda, menciptakan harmoni yang memukau di Amphitheater Plaza Seremoni, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

Otorita IKN secara resmi mendukung penuh perhelatan konser Road to 165 Tahun Huria Kristen Batak Protestan (HKBP). Acara ini bukan sekadar panggung musik, melainkan simbol kebersamaan nasional di ibu kota baru yang sedang tumbuh pesat.

Sejumlah musisi kenamaan Tanah Air tampak sukses menghidupkan suasana. Mulai dari Marsada Band, Osen Hutasoit, Dorman Manik, Rany Simbolon, Maria Calista, hingga Simbolon Band bergantian menghibur ratusan penonton yang terdiri dari ASN, pekerja konstruksi, hingga warga lokal.

Kehadiran Ketua Umum Panitia 165 Tahun HKBP, Effendi Simbolon, dan Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menambah semarak acara. Keduanya tampak membaur dengan penonton saat lagu-lagu kebangsaan hingga tembang populer Batak dikumandangkan.

“Episentrum perhatian Indonesia saat ini tertuju ke titik ini (IKN). Kami memprogramkan konser di 165 kota, dan rasanya tidak lengkap jika tidak menyambangi IKN,” kata Effendi Simbolon. Ia mengaku takjub dengan progres pembangunan yang masif namun tetap teratur. “IKN maju pesat dibanding beberapa tahun lalu. Penataan kota dan ruangnya luar biasa,” pujinya.

Baca Juga: Dampak Gejolak Global, Harga Bahan Baku Naik, UMKM Balikpapan Tertekan dan Daya Beli Terancam Melemah

Wujud Kota Inklusif

Juru Bicara Kepala Otorita IKN, Troy Pantouw, menegaskan bahwa agenda ini adalah bukti nyata komitmen IKN sebagai kota yang inklusif. “Kami ingin menunjukkan bahwa IKN adalah ruang terbuka bagi seluruh komunitas dan keberagaman budaya. Ini adalah langkah memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Nusantara,” jelas Troy dikutip Kamis (16/4/2026)

Senada dengan itu, penyanyi Maria Calista mengaku jatuh cinta dengan atmosfer IKN. Baginya, IKN bukan sekadar pusat pemerintahan, melainkan tempat yang menenangkan. “Senang sekali di sini. Alamnya asri, udaranya segar, suara burung masih terdengar. Ini tempat yang cocok untuk healing dari keramaian kota,” ungkapnya usai tampil.

Baca Juga: SPMB 2026 Bontang Gunakan Sistem Offline di Pesisir, Daya Tampung Lebih Besar

Magnet Wisata Baru

Antusiasme juga terpancar dari wajah para pengunjung. Irene, salah satu warga yang hadir, mengaku sangat terhibur dengan adanya event berkualitas di ruang publik IKN. “Sangat seru! Terima kasih Otorita IKN sudah membawa konser Batak ke sini. Kami butuh lebih banyak hiburan seperti ini,” cetusnya penuh semangat.

Melalui pagelaran ini, Otorita IKN terus berkomitmen menghidupkan ruang publik agar menjadi lebih hidup dan inklusif. Pembangunan IKN bukan hanya soal infrastruktur fisik (beton dan aspal), tetapi juga membangun jiwa kota melalui penguatan interaksi sosial dan kebudayaan lintas etnis. ***

Editor : Dwi Puspitarini
musik Batak konser IKN wisata ikn ibu kota nusantara Plaza Seremoni