KALTIMPOST.ID,IKN-Ambisi menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota cerdas (smart city) dunia bukan sekadar urusan membangun gedung pencakar langit atau infrastruktur digital yang canggih. Lebih dari itu, Otorita IKN (OIKN) kini mulai "menyentuh" ruang-ruang kelas dengan menyemai bibit talenta digital lewat jalur robotika.
Selasa (21/4), suasana di Kantor Kemenko 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) tampak berbeda. Sebanyak 20 sekolah, yang terdiri dari 13 SMP dan 7 SMA/MA di kawasan IKN, resmi menjadi pionir dalam pilot project ekstrakurikuler robotika. Para pahlawan tanpa tanda jasa ini mengikuti Training of Trainers (ToT) untuk menjadi mentor bagi siswa-siswi mereka.
Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agung Indrajit, menegaskan bahwa langkah ini adalah investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia (SDM). Menurutnya, robotika adalah pintu gerbang menuju penguasaan future skills.
Baca Juga: Megah di Atas Bukit IKN, Gedung Baru MPR RI Bakal Simbolkan Ketegasan Bangsa
“Pengembangan robotika ini krusial. Bukan hanya soal kemampuan teknis merakit mesin, tapi bagaimana membangun pola pikir inovatif, kolaboratif, dan adaptif pada anak didik kita,” ujar Agung saat membuka pelatihan tersebut.
Ia menambahkan, melalui robotika, siswa akan mengenal bidang STEAM (sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika) secara lebih aplikatif dan menyenangkan, sehingga mereka punya kompas yang jelas untuk karier masa depan.
Kolaborasi dengan Kampus Ternama
Untuk memastikan program ini tidak sekadar "hangat-hangat tahi ayam", OIKN menggandeng pakar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Politeknik Negeri Samarinda (Polnes).
Direktur Pengembangan Ekosistem Digital OIKN, Tonny Agus Setiono, menjelaskan bahwa para guru tidak dibiarkan sendiri. Setelah pelatihan luring pada 21-22 April ini, mereka akan mendapat pendampingan intensif selama empat bulan ke depan.
“Setiap sekolah kami bekali dengan toolkit, trainerkit, serta dua unit robot, yakni wall follower dan transporter. Targetnya jelas: sekolah punya ekstrakurikuler robotika yang aktif dan konsisten ikut kompetisi,” tegas Tonny.
Baca Juga: Diam-diam Disiapkan! Program 80 Ribu Koperasi Desa Merah Putih Akan Serap 800 Ribu Tenaga Kerja
Antusiasme dari Akar Rumput
Meski dunia robotika tergolong asing bagi sebagian pendidik di daerah penyangga, semangat mereka justru berlipat ganda. Ayu Desi Wilujeng, guru SMAN 3 Penajam Paser Utara, mengakui tantangan besar yang dihadapinya.
“Awalnya kami buta sama sekali soal robotika. Tapi lewat pelatihan ini, apalagi ada praktik langsung, kami jadi paham. Di sekolah, kami sudah berencana membentuk ekskul yang diikuti sekitar 20 siswa,” ungkap Ayu dengan nada optimistis.
Hal senada diungkapkan Dwi Setyo Prabowo, guru SMAN 2 Samboja. Baginya, ini adalah lompatan teknologi yang harus dikejar. “Ini pengalaman pertama sekolah kami. Sangat menantang karena teknologi berkembang sangat cepat. Rencananya, ekskul akan kami gelar rutin setiap Jumat siang,” tuturnya.
Baca Juga: Update Harga Emas Antam 21 April 2026: Naik Rp40 Ribu, Buyback Ikut Melonjak, Spread Jadi Rp190.000
Melalui program ini, OIKN menaruh harapan besar agar 20 sekolah perdana ini menjadi mercusuar atau model percontohan yang nantinya bisa direplikasi oleh sekolah-sekolah lain di seluruh wilayah Kalimantan Timur dan Indonesia. ***
Editor : Dwi Puspitarini