KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim terus mengebut pengerjaan Jalan Tol IKN yang kini mendekati babak akhir. Meski beberapa paket penting seperti Segmen Jembatan Pulau Balang sudah hampir selesai, ada satu seksi krusial yang diprediksi baru bisa bebas lahannya pada tahun 2027.
Kepala Satker IKN 2 BBPJN Kaltim Alfin Jerry mengatakan, progres pembangunan tol secara keseluruhan sebesar 87 persen hingga Juni 2026. Beberapa pekerjaan paket Tol IKN telah dinyatakan selesai. “Seperti Jalan Tol IKN 3A-1, Jalan Tol IKN 3B-1, dan Jalan Tol IKN 5A,” ucapnya.
Baca Juga: Curi Motor di Sangkulirang, Pria Ini Bekuk di Balikpapan
Sedangkan yang terpantau masih berprogres sebanyak empat paket. Pertama pekerjaan yang besar masih pada paket pembangunan Tol IKN Seksi 1B Segmen Bandara Sepinggan – Tol Balsam sebesar 32,29 persen.
“Paket Jalan Tol IKN Seksi 3A-2 Segmen Karangjoang – KKT Kariangau adalah sebesar 87,71 persen,” ujarnya. Lalu paket Jalan Tol IKN Seksi 3B-2, Segmen KKT Kariangau – Simpang Tempadung sebesar 94,62 persen.
Serta yang paling mendekati rampung dalam waktu dekat adalah paket Pembangunan Jalan Bebas Hambatan IKN. “Segmen Jembatan Pulau Balang – Simpang Riko mencapai 96,01 persen,” ucapnya.
Termasuk fasilitas pembangunan dua jembatan satwa yang berada di lokasi Tol IKN 3B-2 semuanya telah dinyatakan selesai. Demi menjaga kelangsungan habitat satwa di kawasan tersebut.
Baca Juga: Kutim Babak Belur Dihantam Kebijakan Pusat, Akademisi Soroti Ancaman Fiskal hingga PHK
Alfin menjelaskan, proses pembebasan lahan masih berlangsung untuk Tol IKN Seksi 6A wilayah Pemaluan, Sepaku. Tepatnya pada STA 2+900 – 3+800, eks area Pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) PT IHM.
“Masih terkendala oleh klaim warga setempat sebanyak 21 warga yang melakukan penutupan akses,” sebutnya. Sehingga pekerjaan konstruksi belum dapat terlaksana alias terhambat di titik tersebut.
Selain itu, BBPJN Kaltim juga menghadapi masalah dalam pembebasan lahan Jalan Tol IKN Seksi 1B. Dia mengakui terjadi keterlambatan dalam proses pembebasan lahan.
“Baru sekitar 7 persen lahan yang sudah dibebaskan,” imbuhnya. Dalam proses pengadaan tanah Jalan Tol IKN Seksi 1B diperkirakan baru dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2027.
“Proses verifikasi lahan yang akan dibebaskan banyak ditemukan tumpang tindih dan melintasi kawasan padat penduduk,” bebernya. Itu membuat seksi 1B memiliki tantangan yang jauh lebih berat.
Tentu berpotensi mempengaruhi pelaksanaan pekerjaan konstruksi. Serta pencapaian target penyelesaian proyek sesuai jadwal kontrak. “Target hingga akhir tahun meraih progres 90,80 persen secara keseluruhan,” pungkasnya. (*)
Editor : Sukri Sikki