KALTIMPOST.ID, NUSANTARA – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penanaman 1.708 pohon di sekitar Embung Sanggai, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Sabtu (15/8).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Penanaman melibatkan lebih dari 2.300 peserta dari berbagai unsur, termasuk pelajar, Pramuka, serta masyarakat dan mitra OIKN.
Kepala OIKN Basuki mengatakan, jumlah yang dicatat dalam rekor MURI merupakan jumlah pohon yang benar-benar ditanam, bukan jumlah peserta yang hadir.
“Pesertanya ada 2.300 lebih, tapi yang ditanam itu yang dihitung oleh MURI, bukan orangnya,” kata Basuki kepada wartawan di IKN usai penanaman pohon.
Sebanyak 1.708 lubang pohon disiapkan untuk kegiatan tersebut. Jenis pohon yang ditanam terdiri atas tanaman kayu-kayuan dan buah-buahan, termasuk ulin, meranti, dan sejumlah jenis lainnya.
Piagam penghargaan MURI diserahkan langsung Direktur Operasional MURI Yusuf Ngadri kepada Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri di lokasi kegiatan.
“Terima kasih,” ujar Myrna usai menerima piagam penghargaan tersebut. “Kami ucapkan selamat,” kata Yusuf setelah menyerahkan piagam MURI.
Baca Juga: HUT Ke-81 RI di IKN 14–17 Agustus, Ada Karnaval Budaya, Penanaman Pohon hingga Night Run
Sudah Tanam Lebih dari 5 Juta Pohon
Basuki mengatakan kegiatan penanaman pohon merupakan bagian dari upaya OIKN mempercepat penghijauan kawasan IKN. Hingga saat ini, lebih dari 5 juta pohon disebut telah ditanam di kawasan tersebut sejak tahun lalu.
Penanaman dilakukan secara rutin setiap dua pekan. Dalam setiap kegiatan, ratusan hingga sekitar 800–900 pohon dapat ditanam, belum termasuk penanaman yang dilakukan masyarakat secara mandiri saat berkunjung ke IKN.
“Sudah lebih dari 5 juta pohon yang sudah kita tanam sejak tahun lalu, dua minggu sekali,” kata Basuki.
Menurut dia, keterlibatan masyarakat dalam penghijauan juga terus berkembang. Sejumlah kelompok yang datang ke IKN turut meminta kesempatan untuk melakukan penanaman, termasuk dalam kegiatan keagamaan maupun kunjungan pada masa libur Natal dan Tahun Baru.
Penghijauan dilakukan di berbagai kawasan, antara lain Titik Nol, Klaster Menteri, Klaster Kepala Daerah, Klaster Kejaksaan, serta Taman Diaspora.
“Sekarang masyarakat kalau ke sini, ada kebaktian gereja minta nanam, liburan Nataru minta nanam. Semua kunjungan minta nanam,” ujarnya.
Basuki berharap penanaman pohon dapat berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dan bukan hanya dilakukan ketika ada peringatan hari besar.
Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pertumbuhan Ekonomi Kaltim Naik Jadi 3,35 Persen, Investasi dan IKN Jadi Penopang
Bagian dari Konsep Kota Spons
Selain penanaman pohon, OIKN juga mengembangkan sistem pengelolaan air melalui pembangunan embung. Basuki menyebut sekitar 30 embung telah dibangun di IKN, dengan pembangunan embung lainnya masih berlanjut.
Embung tersebut menjadi bagian dari konsep Sponge City atau kota spons, yang diarahkan untuk menangkap dan menampung limpasan air (runoff).
Menurut Basuki, kondisi kawasan IKN yang didominasi batuan lempung dan minim akuifer membuat pengelolaan air permukaan menjadi penting. Air limpasan kemudian ditangkap dan ditampung melalui sistem embung.
“Keberadaan embung tidak hanya berfungsi secara hidrologis, tetapi juga mendukung estetika kawasan. Sementara penghijauan melalui penanaman pohon diharapkan turut membantu menciptakan kondisi lingkungan yang lebih nyaman,” ucapnya.
Di sisi lain, OIKN juga menyiapkan pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang telah ditanam. Basuki mengatakan pihaknya bekerja sama dengan asosiasi petani untuk melakukan perawatan tanaman. Pemantauan dilakukan oleh unit kerja OIKN untuk memastikan pohon yang telah ditanam tetap terawat, termasuk kebutuhan penyiraman dan pemupukan.
Baca Juga: LAPORAN KHUSUS: Pembangunan IKN Harus Berdampak ke Ekonomi Kaltim
“Kondisi cuaca saat ii juga menjadi salah satu perhatian dalam pemeliharaan tanaman. Saat kondisi lebih kering, frekuensi penyiraman akan disesuaikan untuk menghemat penggunaan air,” pungkasnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini