NUSANTARA – Malam Renungan Suci di Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi momentum bagi Otorita IKN untuk menegaskan kembali komitmen melanjutkan pembangunan ibu kota baru Indonesia. Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan IKN akan terus dilanjutkan hingga 2028.
Pesan tersebut disampaikan Basuki seusai mengikuti Malam Renungan Suci di Taman Kusuma Bangsa, IKN, Minggu (16/8/2026) malam. Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus dimaknai sebagai momentum untuk meneruskan perjuangan melalui pembangunan.
“Untuk IKN yang masih butuh terus semangat dan optimisme untuk dapat melanjutkan pembangunan IKN,” kata Basuki.
Ia mengatakan semangat kemerdekaan harus diwujudkan dengan terus membangun IKN sebagai ibu kota baru Indonesia. OIKN, lanjutnya, akan terus melanjutkan pembangunan hingga 2028, sebelum nantinya ditetapkan sebagai ibu kota politik oleh Presiden.
Baca Juga: Pesona Jelang HUT Ke-81 RI di IKN: 1.215 Peserta Tampilkan Ragam Budaya di Karnaval Kebudayaan
“Dengan peringatan 17 Agustus, kita benar-benar harus bisa memaknainya, mengisi kemerdekaan itu untuk membangun IKN sebagai ibu kota baru Indonesia,” ujarnya.
Basuki juga mengaku Malam Renungan Suci memiliki makna personal. Ia teringat perjuangan dan pengorbanan ayahnya, seorang anggota TNI AD yang menurutnya menjadi bagian dari perjuangan bangsa.
“Saya memaknainya itu saya meneruskan perjuangan itu,” tuturnya.
Fokus Pembangunan Yudikatif dan Legislatif
Dalam perjalanan menuju 2028, Basuki menyebut OIKN saat ini fokus pada pembangunan fisik untuk sektor yudikatif dan legislatif.
Menurut dia, pembangunan tersebut menjadi salah satu tantangan yang harus diselesaikan OIKN dengan sebaik-baiknya.
“Saya kira kalau tantangannya apa ya, menurut saya karena saya dari KPU-an sekarang ini lagi fokus di pembangunan fisiknya ya untuk yudikatif dan legislatif. Insya Allah bisa kami laksanakan dengan sebaik-baiknya,” kata Basuki.
Sementara untuk agenda kenegaraan di IKN, Basuki mengatakan pelaksanaannya mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Namun, OIKN tetap menyiapkan berbagai kegiatan berskala nasional untuk menjaga geliat ekosistem di ibu kota baru.
Salah satunya kegiatan terkait mobilitas listrik yang akan digelar di IKN. Menurut Basuki, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan ekosistem perkotaan di kawasan IKN.
3.500 Peserta Upacara
Deputi Pengendalian Pembangunan OIKN Thomas Umbu Pati mengatakan persiapan upacara pengibaran bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI di IKN telah melalui gladi bersih dengan melibatkan pelaku dan sebagian peserta upacara.
Upacara dijadwalkan dimulai pukul 07.30 WITA di Plaza Seremoni dan dipimpin langsung Kepala OIKN Basuki Hadimuljono.
“Besok pagi, tepat jam 7.30, kita akan memulai upacara pengibaran bendera di Ibu Kota Nusantara yang akan dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara,” kata Thomas.
Dia menyebut sekitar 3.500 peserta akan mengikuti upacara pengibaran bendera. OIKN juga membuka ruang bagi masyarakat yang ingin menyaksikan langsung perayaan HUT RI di IKN.
Menurut Thomas, pelaksanaan tahun ini tetap mengedepankan kekhidmatan meski berlangsung dalam suasana efisiensi.
“Yang membedakan tahun lalu, kita lihat bersama bahwa hari ini kita tetap menjaga hikmat di saat kita sementara efisiensi, tapi tidak mengurangi hikmat dan maknanya,” ujarnya.
Thomas menambahkan, sejumlah investor pelopor yang telah melakukan groundbreaking di IKN turut diundang dalam perayaan HUT RI. Berdasarkan informasi yang diterima OIKN, sekitar 40 investor pelopor telah mengonfirmasi kehadiran.
Selain investor, para pelaku usaha dan pihak yang telah terlibat dalam pembangunan serta ekosistem IKN juga dilibatkan dalam perayaan tersebut. Setelah upacara di IKN, rangkaian peringatan kemerdekaan juga akan terhubung melalui siaran langsung dengan upacara di Istana di Jakarta.
Bagi Thomas, rangkaian peringatan kemerdekaan di IKN tidak berhenti pada seremoni. Malam Renungan Suci yang digelar sehari sebelumnya menjadi pengingat agar kemerdekaan diisi melalui pengabdian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Tujuannya adalah bagaimana kita menghormati arwah para pahlawan, bagaimana kita bersyukur atas perjuangan mereka, dan makna lebih jauh adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan ini dengan melakukan pengabdian pelayanan yang terbaik untuk masyarakat,” katanya.
Editor : Muhammad Ridhuan