Sekitar 3.500 peserta dari berbagai elemen mengikuti upacara yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut. Upacara dimulai pukul 07.30 Wita dan berlangsung khidmat.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono bertindak sebagai inspektur upacara. Tahun ini, Basuki tampil mengenakan pakaian adat Kutai atau Kustin. Pilihan tersebut sekaligus mempertegas identitas budaya Kaltim sebagai daerah tempat Nusantara dibangun.
Jalannya upacara dipimpin Auditor Kepolisian Madya Tk. III Itwasda Polda Kaltim Kombes Pol Hendrik Hermawan sebagai komandan upacara. Sementara Brigjen Pol Fransiscus Barung Mangera bertugas sebagai perwira upacara.
Baca Juga: Otorita IKN Gelar Renungan Suci, Basuki Tegaskan Keberlanjutan Pembangunan Nusantara
Prosesi pengibaran Sang Merah Putih dilakukan Paskibra Otorita IKN yang telah dikukuhkan pada Jumat (14/8). Tiga petugas pengibar bendera pada upacara pagi yakni Nur Raffi Mauludy dari SMA 1 Tenggarong, Faiz Haziq Akbar dari MAN 2 Kukar, dan Adji Taufik Rahman dari SMA 1 Kenohan.
Pesan Inklusivitas
Usai upacara, Basuki menegaskan bahwa pembangunan Nusantara tidak boleh hanya berbicara mengenai gedung, infrastruktur, dan kawasan pemerintahan. Menurut dia, masyarakat harus menjadi bagian dari proses pembangunan ibu kota baru tersebut.
“Pembangunan Nusantara berlandaskan pada prinsip inklusivitas. Seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat adat, kelompok perempuan, hingga penyandang disabilitas, semua harus masuk dalam konsep pembangunan ini dan sebisanya kami tangani secara inklusif,” kata Basuki.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Sebab, pembangunan Nusantara berlangsung di tengah masyarakat yang memiliki keragaman latar belakang, termasuk komunitas lokal dan masyarakat adat di sekitar kawasan ibu kota.
Basuki juga menyampaikan belasungkawa atas gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8). “Di tengah suasana kemerdekaan ini, hati kami juga bersama saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur yang tengah dirundung duka,” ujarnya. (adv/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan