iPhone 18 Ramai Diboikot, Aktivis Pertanyakan Asal Mineral untuk Ponsel Apple

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 17:56 WIB
Foto istimewa
Foto istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Peluncuran iPhone 18 tidak hanya mendapat perhatian dari pasar teknologi. Di tengah antusiasme terhadap generasi terbaru ponsel Apple tersebut, muncul seruan boikot dari kelompok aktivis kemanusiaan yang menyoroti persoalan rantai pasok mineral dari Republik Demokratik Kongo (DRC).

Kelompok seperti Team Congo mendorong konsumen mempertimbangkan kembali kebiasaan mengganti ponsel setiap tahun. Mereka menilai tingginya permintaan perangkat elektronik turut berkaitan dengan kebutuhan terhadap mineral yang digunakan dalam industri teknologi.

Salah satu mineral yang menjadi sorotan adalah kobalt. Bahan tersebut banyak digunakan dalam pembuatan baterai, sementara tantalum yang berasal dari mineral koltan juga menjadi komponen penting dalam perangkat elektronik.

Baca Juga: Intip Pernikahan Adat Jawa Andre Taulany dan Amanda Rigby, Berapa Tahun Perbedaan Usia Keduanya?

Kongo diketahui memiliki cadangan mineral dalam jumlah besar. 3 baris resume 

Alternatif judul yang terbaca algoritma Google dan trending dengan banyak kata kunci dan belum ada di website manapun , aktivitas pertambangan di sejumlah wilayah negara tersebut selama bertahun-tahun dikaitkan dengan persoalan sosial dan kemanusiaan.

Termasuk kondisi kerja berbahaya, dugaan pekerja anak, serta perdagangan mineral yang berhubungan dengan konflik bersenjata.

Para aktivis kemudian menggunakan momentum peluncuran iPhone 18 untuk mengampanyekan konsumsi teknologi yang lebih berkelanjutan.

Mereka mengajak masyarakat mempertahankan perangkat yang masih berfungsi daripada langsung menggantinya dengan model terbaru. Pilihan lain yang didorong adalah menggunakan perangkat rekondisi atau refurbished.

Menurut kelompok tersebut, memperpanjang usia penggunaan ponsel dapat membantu mengurangi kebutuhan terhadap produksi perangkat baru dan pada akhirnya menekan permintaan bahan baku mineral.

Di sisi lain, Apple menyatakan memiliki mekanisme pengawasan terhadap rantai pasok mineral yang digunakan dalam produk-produknya.

Perusahaan tersebut menyebut pemasok diwajibkan mengikuti standar tertentu dan menjalani proses audit. Apple juga mengatakan telah meminta pemasok menghentikan pembelian mineral dari sejumlah wilayah yang terdampak konflik ketika asal-usul material sulit diverifikasi secara independen.

Baca Juga: Update Harga Bekas iPhone 13 Series Terbaru September 2026, Mulai Rp 6 Jutaan

Selain langkah tersebut, Apple mengklaim terus meningkatkan pemakaian material daur ulang dalam produk-produknya sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku baru.

Persoalan mineral dari Kongo pun kembali menjadi perhatian seiring hadirnya produk teknologi generasi baru. Perdebatan tersebut mempertemukan kepentingan inovasi teknologi, kebutuhan industri elektronik, serta tuntutan agar rantai pasok global lebih bertanggung jawab.

Editor : Uways Alqadrie
harga iphone 18 daftar harga iphone boikot iPhone 18 harga iPhone terbaru