KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Bocoran terbaru mengenai lini flagship mendatang dari Samsung, yakni Galaxy S27 Ultra dan S27 Pro, mulai beredar luas. Mengutip laporan 9to5Google pada Senin (21/9), raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut dikabarkan akan mengadopsi teknologi baterai silikon-karbon guna meningkatkan daya tahan perangkat secara signifikan.
Berdasarkan data regulasi dari GSMArena, Galaxy S27 Ultra mencatatkan kapasitas baterai tertera (rated capacity) sebesar 5.534 mAh. Kapasitas terpasang untuk kebutuhan promosi diprediksi bakal menyentuh angka 5.700 mAh. Angka ini melonjak sekitar 14 persen atau bertambah 700 mAh dibanding generasi sebelumnya, Galaxy S26 Ultra (5.000 mAh), yang sempat stagnan selama beberapa tahun.
Baca Juga: Beda Kelas dan Pasar, Mitsubishi Tegaskan Pajero Sport Tetap Mengaspal di Indonesia
Peningkatan yang tidak kalah signifikan juga terlihat pada varian Galaxy S27 Pro. Ponsel ini mencatatkan kapasitas tertera sebesar 5.087 mAh dengan estimasi promosi sekitar 5.200 mAh. Sebagai pembanding, Galaxy S26 sebelumnya hanya berkapasitas 4.300 mAh pada dimensi bodi yang relatif serupa. Kedua varian teranyar ini turut disokong teknologi pengisian daya cepat kabel 60W.
Meski mengalami lonjakan kapasitas, langkah Samsung ini dinilai masih membayangi dominasi produsen ponsel pintar asal Tiongkok. Penggunaan baterai silikon-karbon oleh pesaing telah mendorong kapasitas flagship Android hingga menembus 6.000 mAh hingga 7.000 mAh. Bahkan, Oppo Find X10 dikabarkan siap membawa baterai berkapasitas 8.000 mAh pada peluncurannya akhir bulan ini.
Baca Juga: Maia Estianty Puji Alyssa Daguise, Persiapan Jadi Ibu Ternyata Sudah Dilakukan Sejak Dulu
Kembalinya Chipset Exynos
Selain sektor daya, rumor substansial lain datang dari dapur pacu. Sebagaimana dihimpun dari Digital Trends, Samsung dikabarkan tengah menyiapkan chipset terbarunya, Exynos 2700, untuk digunakan pada Galaxy S27 Ultra yang dijadwalkan meluncur pada 2027 mendatang.
Jika rumor ini terealisasi, Galaxy S27 Ultra akan menjadi varian Ultra pertama yang kembali menggunakan chipset buatan internal Samsung sejak era Galaxy S22 Ultra pada 2022 lalu.
Baca Juga: Capres-Cawapres Bakal Wajib Didukung Minimal 2 Fraksi, Ada Respons Berbeda dari NasDem dan PDIP
Laporan industri menyebutkan bahwa Samsung telah memilah pesanan motherboard yang kompatibel dengan Exynos 2700, di samping pengembangan varian ber-chipset Qualcomm Snapdragon yang hampir rampung. Hal ini mengindikasikan bahwa Samsung berpeluang menerapkan kembali strategi pembagian wilayah pemasaran. Pasar Amerika Serikat diprediksi tetap mendapatkan varian Snapdragon, sementara wilayah seperti Korea Selatan dan beberapa negara lain bakal mengusung Exynos 2700.
Keputusan uji coba ini diduga kuat dipicu oleh hasil pengujian internal. Exynos 2700—yang dirancang menggunakan fabrikasi 2 nanometer (nm)—menunjukkan performa dan efisiensi daya yang sangat menjanjikan untuk menyaingi chipset Snapdragon generasi berikutnya.
Baca Juga: Profil, Agama, dan Istri Moreno Soeprapto: VC Melet saat RDP, ternyata Adik Pebalap Ananda Mikola
Kendati demikian, seluruh spesifikasi ini masih dalam tahap pengembangan awal dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Samsung.(*)
Editor : Thomas Priyandoko