8 Ciri Penipuan WhatsApp yang Wajib Diwaspadai, Begini Cara Melaporkan Nomor Penipu

Uways Alqadrie • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 07:22 WIB
Grafis istimewa
Grafis istimewa

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – WhatsApp menjadi salah satu aplikasi yang kerap dimanfaatkan pelaku penipuan online. Pesan bisa datang dari nomor asing dengan berbagai modus, mulai dari mengaku sebagai kerabat hingga menyamar sebagai pihak bank atau instansi resmi.

Karena digunakan untuk komunikasi sehari-hari, pesan dari nomor tidak dikenal terkadang dianggap sebagai hal biasa. Kondisi ini justru dimanfaatkan pelaku untuk membangun kepercayaan calon korban.

Modusnya pun beragam. Pelaku dapat menawarkan hadiah, meminta uang, mengirim tautan tertentu, atau mengaku memiliki urusan penting yang membutuhkan respons cepat.

Baca Juga: Cuma Rp200 Juta, Mobil Listrik Murah BYD Ini Bisa Jalan 501 Km!

Karena itu, pengguna WhatsApp perlu mengenali tanda-tanda komunikasi yang mencurigakan sebelum memberikan informasi pribadi maupun melakukan transaksi.

8 Ciri Penipuan WhatsApp

1. Menggunakan nomor yang tidak dikenal

Pesan tiba-tiba datang dari nomor yang tidak tersimpan di kontak. Pelaku biasanya langsung menyampaikan maksud tertentu tanpa memperkenalkan diri secara jelas.

Jika pengirim mengaku sebagai seseorang yang dikenal, jangan langsung percaya. Pastikan identitasnya melalui saluran komunikasi lain.

2. Mengaku sebagai keluarga atau teman

Salah satu modus yang sering digunakan adalah berpura-pura menjadi kerabat atau teman.

Pelaku biasanya mengaku sedang mengalami masalah dan membutuhkan uang dalam waktu singkat. Jangan terburu-buru mentransfer dana sebelum identitas pengirim benar-benar dipastikan.

3. Mengatasnamakan bank atau instansi resmi

Penipu juga dapat menggunakan identitas lembaga tertentu untuk membuat pesan terlihat meyakinkan.

Pengguna perlu berhati-hati jika diminta memberikan data rekening, kode OTP, PIN, kata sandi, atau informasi pribadi lainnya.

4. Menawarkan hadiah atau keuntungan besar

Pesan yang menyebut penerima mendapatkan hadiah, uang, atau keuntungan tertentu patut dicurigai, terutama jika penerima merasa tidak pernah mengikuti program atau undian tersebut.

Jangan membuka tautan atau memberikan data pribadi hanya karena tergiur hadiah.

5. Meminta korban segera bertindak

Pelaku biasanya menciptakan situasi seolah-olah korban harus segera mengambil keputusan.

Contohnya, korban diminta segera mengirim uang, mengklik tautan, atau memberikan kode tertentu. Tekanan waktu menjadi cara untuk membuat korban tidak sempat memeriksa kebenaran informasi.

6. Mengirim tautan mencurigakan

Tautan yang dikirim melalui WhatsApp dapat mengarahkan pengguna ke situs palsu yang dibuat menyerupai halaman resmi.

Karena itu, hindari sembarangan mengklik tautan, terutama jika dikirim oleh nomor yang tidak dikenal.

Baca Juga: Waspada SIM Palsu! 500 beredar di Riau, Tarif hingga Rp1,7 Juta Korlantas Ungkap Modus Pelaku

7. Meminta data rahasia

Kode OTP, PIN, password, nomor kartu, hingga data perbankan merupakan informasi yang harus dijaga.

Jika seseorang meminta data tersebut melalui WhatsApp dengan alasan apa pun, pengguna perlu melakukan verifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi.

8. Isi pesan memiliki pola yang tidak wajar

Perhatikan bahasa yang digunakan, kesalahan penulisan, permintaan yang tidak masuk akal, serta instruksi yang mendesak.

Gabungan beberapa tanda tersebut dapat menjadi alasan untuk tidak melanjutkan komunikasi sebelum informasi diverifikasi.

Cara Melaporkan Nomor Penipu

Jika menerima pesan yang diduga merupakan penipuan, pengguna sebaiknya menyimpan bukti komunikasi terlebih dahulu.

Tangkapan layar percakapan, nomor pengirim, waktu kejadian, tautan yang dikirim, hingga bukti transaksi dapat disimpan sebagai bahan laporan.

Selain menggunakan fitur pelaporan di WhatsApp, masyarakat Indonesia juga dapat memanfaatkan layanan Aduan Nomor yang disediakan pemerintah.

Layanan tersebut digunakan untuk menerima laporan masyarakat mengenai nomor telepon yang diduga digunakan untuk penipuan maupun aktivitas melanggar lainnya.

Masyarakat dapat memasukkan nomor yang ingin dilaporkan dan melengkapi informasi serta bukti yang tersedia. Kenali modusnya, simpan bukti, lalu laporkan nomor mencurigakan melalui AduanNomor.id.

Jika laporan memenuhi ketentuan dan nomor tersebut terbukti melanggar, akses nomor dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Jangan Tunggu Sampai Menjadi Korban

Melaporkan nomor mencurigakan bukan hanya untuk melindungi diri sendiri.

Laporan juga dapat membantu memberikan informasi kepada pihak terkait mengenai nomor yang diduga digunakan untuk melakukan penipuan.

Yang tidak kalah penting, jangan memberikan OTP, PIN, password, atau informasi perbankan kepada siapa pun melalui WhatsApp.

Baca Juga: Hakim MK Heran! Tiket Pesawat Mahal, Delay 4 Jam Hanya Dibayar Rp300 Ribu

Jika menerima pesan mencurigakan, lakukan verifikasi menggunakan kanal resmi dan jangan mengambil keputusan hanya karena pelaku memberikan tekanan atau menjanjikan keuntungan.

Dengan mengenali pola penipuan sejak awal, risiko kehilangan uang maupun data pribadi dapat ditekan.

Editor : Uways Alqadrie
penipuan WhatsApp modus penipuan WhatsApp whatsapp Penipuan AI