Google Mulai Blokir Aplikasi Android Tak Terverifikasi? Indonesia Kena Aturan Baru

Ilmidza • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 11:46 WIB
Google mulai menerapkan verifikasi developer Android di Indonesia
Google mulai menerapkan verifikasi developer Android di Indonesia

KALTIMPOST.ID, Google mulai memberlakukan sistem verifikasi bagi pengembang aplikasi Android pada Rabu, 30 September 2026. Indonesia menjadi salah satu negara yang masuk dalam tahap awal penerapan kebijakan tersebut.

Verifikasi developer ini dirancang sebagai tambahan sistem keamanan di ekosistem Android. Google menyebut langkah tersebut bertujuan mempersempit ruang bagi pihak yang berniat menyalahgunakan platform serta mengurangi penyebaran aplikasi atau konten berbahaya.

Director Product Management Google, Matthe Forsythe, mengatakan kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan meningkatkan keamanan bagi pengguna Android.

Menurutnya, sejak program verifikasi diperkenalkan pada Maret 2026, sudah ada jutaan aplikasi yang didaftarkan oleh pengembang. Proses pendaftaran tersebut mencakup aplikasi yang didistribusikan melalui Google Play maupun sebagian besar aplikasi yang diperoleh dari luar toko aplikasi resmi tersebut.

Indonesia masuk tahap awal penerapan

Penerapan aturan verifikasi developer pada tahap awal mencakup beberapa negara, yakni Indonesia, Brasil, Singapura, dan Thailand.

Kebijakan tersebut juga diterapkan pada sejumlah toko aplikasi yang digunakan di perangkat Android. Beberapa di antaranya adalah:

Google menyatakan penerapan ini nantinya tidak hanya terbatas pada negara-negara tersebut. Mulai 2027, verifikasi akan diperluas secara global untuk aplikasi yang digunakan pada perangkat Android bersertifikasi.

Google siapkan sistem pendaftaran aplikasi melalui API

Selain menerapkan verifikasi, Google juga berupaya mempermudah proses registrasi aplikasi bagi para developer.

Perusahaan menyiapkan sejumlah Application Programming Interface (API) yang memungkinkan pengembang melakukan pendaftaran aplikasi dalam jumlah besar. Sistem tersebut juga dirancang agar dapat terhubung langsung dengan alur pengembangan dan deployment berkelanjutan.

Salah satu API yang disiapkan adalah Android Developer ID Status API. Layanan ini dapat digunakan untuk mengecek apakah suatu nama paket aplikasi sudah terdaftar dalam sistem.

Google juga menyediakan Android Developer Console API yang memungkinkan developer mendaftarkan sekaligus mengelola nama paket aplikasi langsung dari lingkungan pengembangan.

Kedua API tersebut turut mendukung delegasi OAuth. Dengan kemampuan ini, pihak ketiga seperti toko aplikasi Android dapat menjalankan proses pendaftaran atau pengelolaan aplikasi atas nama pengembang secara langsung.

API tersedia dalam beberapa bulan mendatang

Google menyatakan rangkaian API tersebut belum langsung tersedia bersamaan dengan penerapan verifikasi pada 30 September 2026.

Layanan tersebut dijadwalkan mulai diluncurkan secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Kehadiran API diharapkan membuat proses registrasi dan pengelolaan aplikasi menjadi lebih mudah, terutama bagi developer maupun platform distribusi aplikasi yang menangani banyak aplikasi sekaligus.

Secara bertahap, kebijakan ini akan menjadi bagian dari sistem keamanan Android yang diterapkan lebih luas. Google menargetkan penerapan secara global pada perangkat Android bersertifikasi mulai 2027.

Editor : Ilmidza
aplikasi android google