KALTIMPOST.ID - Presiden Trump bersama sejumlah pemimpin perusahaan teknologi dunia berbasis di Amerika resmi menandatangani White House Accord on Super Intelligence.
Kesepakatan ini merupakan komitmen sukarela yang bertujuan menetapkan standar keamanan dalam pengembangan kecerdasan buatan tingkat lanjut atau AI di Amerika Serikat.
Beberapa perusahaan raksasa yang terlibat dalam kesepakatan ini antara lain OpenAI, Meta, Google, Anthropic, dan Nvidia.
Mereka sepakat untuk memperketat kendali internal, melakukan audit independen, serta meningkatkan pengawasan di tingkat dewan direksi demi menjamin keamanan teknologi masa depan.
Dalam dokumen kesepakatan tersebut, ditegaskan bahwa setiap perusahaan memikul tanggung jawab besar dalam mengembangkan teknologi yang aman bagi masyarakat dan konsumen.
Baca Juga: Trump Ubah Istilah AI Jadi SI, Ini Alasan dan Makna Super Intelligence
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap model AI berperilaku sesuai tujuan serta dapat diidentifikasi jika terjadi masalah teknis.
Perusahaan yang berpartisipasi diwajibkan menerapkan empat lapisan kendali utama.
Pertama, implementasi kontrol internal yang tangguh untuk memantau kapabilitas model dalam area krusial seperti keamanan siber, biosekuriti, dan ancaman kimiawi. Hal ini bertujuan memastikan sistem AI tidak meretas atau mengakses sistem teknis dengan cara yang tidak sah.
Kedua, perusahaan harus memberdayakan tim internal khusus untuk memastikan seluruh kendali berjalan sesuai rencana. Tim ini bertugas melakukan pemantauan ketat dan melakukan perbaikan cepat jika ditemukan isu atau celah keamanan dalam sistem yang dikembangkan.
Ketiga, perusahaan wajib bermitra dengan auditor atau evaluator independen pihak ketiga. Auditor tersebut nantinya bertugas melakukan penilaian objektif terhadap efektivitas kendali, pemantauan, dan deteksi yang telah diterapkan perusahaan di lapangan.
Keempat, pembentukan komite independen di tingkat dewan direksi. Komite ini bertanggung jawab mengawasi laporan dari tim internal maupun auditor eksternal, sekaligus memastikan bahwa setiap temuan masalah segera ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan yang nyata.
Baca Juga: Inovasi AI Berbasis Biologis: Pakai Otak Tikus untuk Bikin Video dan Percepat Komputasi Data
Para pihak yang terlibat juga berkomitmen untuk bertemu secara rutin guna menetapkan standar dan praktik terbaik bagi keamanan sistem mereka.
Melalui langkah-langkah kolaboratif ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap teknologi AI dapat semakin terjaga di masa mendatang.
Ke depannya, pihak pemerintah membuka kemungkinan untuk mengkodifikasi langkah-langkah sukarela ini ke dalam undang-undang atau regulasi resmi.
Terlepas dari status kewajiban hukum tersebut, seluruh perusahaan yang terlibat menegaskan dedikasi mereka untuk menciptakan masa depan yang lebih aman bagi dunia. (np)
Editor : Erwin D. Nugroho