Jangan Asal Colok! Ini Panduan Aman Mengisi Baterai HP di Dalam Mobil

Ari Arief • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 17:52 WIB
Ilustrasi pengemudi kendaraan roda empat saat cas HP di dalam mobil.(generate ai)
Ilustrasi pengemudi kendaraan roda empat saat cas HP di dalam mobil.(generate ai)

 

KALTIMPOST.ID,JAKARTA-Mengisi daya baterai ponsel (smartphone) di dalam mobil sering kali terasa sangat lambat. Hal ini terjadi karena sebagian besar port USB bawaan mobil masih menggunakan standar USB 2.0 lama yang hanya menyalurkan daya sebesar 2,5 watt.

Melansir BGR, kecepatan pengisian daya bergantung pada kombinasi voltase, ampere, dan watt dari sumber listrik. Pengisi daya modern umumnya membutuhkan arus 5 hingga 9 volt dan sekitar 2 ampere, dengan kebutuhan daya mencapai 20 watt atau lebih. Sementara itu, port USB bawaan mobil konvensional terkadang hanya mengalirkan arus sebesar setengah ampere.

Baca Juga: HP Kemasukan Air? Jangan Rendam di Beras, Berisiko Rusak Komponen

Meski sebagian mobil keluaran baru mulai mengadopsi port USB-C—yang mampu mengisi daya hingga 20 kali lebih cepat dibanding USB-A—mayoritas kendaraan di jalanan masih menggunakan teknologi lama yang tak sanggup mengimbangi kapasitas baterai HP masa kini.

Solusi Pengisian Cepat di Mobil

Guna mengatasi pengisian daya yang lambat, pengemudi dapat memanfaatkan adaptor USB-C fast charging yang dicolokkan ke soket daya 12 volt atau pemantik rokok di dasbor. Dipadukan dengan kabel yang sesuai, adaptor ini mampu mengalirkan daya hingga 75 watt.

Baca Juga: Atasi Sinyal Lemot, Ini Cara Mudah Gunakan Fitur Peta Offline di Google Maps

Namun, pengguna diimbau untuk bijak. Pengisian daya cepat secara terus-menerus berisiko merusak kesehatan baterai akibat paparan panas berlebih. Risiko ini makin meningkat jika HP digunakan untuk menjalankan aplikasi berat secara bersamaan, seperti navigasi GPS, Google Maps, atau Android Auto.

Penggunaan adaptor fast charging di mobil sebaiknya disiagakan untuk kondisi darurat saja. Untuk penggunaan sehari-hari, pengisian daya secara normal tetap lebih disarankan guna menjaga keawetan komponen baterai.(*)

Editor : Thomas Priyandoko
hp mobil cas