KALTIMPOST.ID, Samsung secara resmi membawa perubahan besar pada lini ponsel lipatnya lewat kehadiran Galaxy Z Fold8. Ponsel pintar ini tampil beda dengan bodi yang lebih lebar dan pendek, menyerupai proporsi paspor. Perubahan form factor ini menjadi terobosan baru di tengah dominasi desain ponsel lipat book-style konvensional dan clamshell.
Respons pasar terhadap desain baru ini sangat positif. Masa pemesanan (pre-order) Galaxy Z Fold8 dan Fold8 Ultra tercatat melonjak hingga 30 persen dibandingkan generasi sebelumnya, Galaxy Z Fold7. Secara keseluruhan, total pemesanan untuk jajaran HP lipat terbaru Samsung ini menembus angka 1,44 juta unit. Angka tersebut melampaui rekor pemesanan Galaxy Note 10 pada tahun 2019 yang berada di angka 1,38 juta unit.
Pencapaian ini terbilang impresif mengingat industri ponsel sedang dibayangi kenaikan harga komponen akibat kelangkaan Cipta memori global, yang memaksa produsen menaikkan harga jual perangkat.
Desain Paspor yang Ringkas dan Makin Kokoh
Galaxy Z Fold8 mengusung layar luar (cover screen) berukuran 5,5 inci dengan rasio 10:16 yang nyaman untuk navigasi harian maupun scrolling media sosial. Saat dibeberkan, pengguna disuguhi layar utama 7,6 inci dengan rasio 4:3 yang ideal untuk menonton video, membaca e-book, hingga multitasking dengan fitur split screen tiga aplikasi sekaligus.
Layar ponsel ini dibekali tingkat kecerahan puncak hingga 3.000 nits dan lapisan anti-refleksi untuk penggunaan di bawah terik matahari. Dari segi daya tahan, bodi Galaxy Z Fold8 dibalut material Armor Aluminium dan dilapisi Corning Gorilla Glass, sementara panel layarnya diperkuat lapisan ganda titanium penyerap guncangan.
Sistem engsel magnetik baru dan celah bezel dalam yang dirancang lebih lebar turut membuat mekanisme buka-tutup terasa kokoh sekaligus menyamarkan lipatan (crease) di tengah layar. Dengan bobot yang makin ringan, yakni 201 gram, perangkat ini juga praktis dimanfaatkan sebagai tripod alami saat mengambil foto atau vlogging.
Performa Kencang dan Baterai Lebih Tahan Lama
Di sektor dapur pacu, Galaxy Z Fold8 ditenagai chipset kustom Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy. Samsung mengklaim adanya peningkatan kinerja NPU sebesar 21 persen, GPU 15 persen, dan CPU 16 persen dibanding generasi terdahulu.
Meskipun bodinya tetap ramping berkat penggunaan teknologi baterai silikon-karbon, kapasitas baterainya meningkat dari 4.400 mAh menjadi 4.800 mAh. Berdasarkan pengujian benchmark Geekbench 6, perangkat ini mencatatkan skor single-core 3.573 dan multi-core 10.392, sekelas dengan lini flagship Galaxy S26.
Dalam pengujian ketahanan PCMark, baterainya sanggup bertahan hingga 20 jam 6 menit untuk simulasi penggunaan harian. Selain itu, manajemen suhunya tergolong stabil di kisaran 27–33 derajat Celsius, bahkan saat digunakan bermain gim berat seperti Genshin Impact selama dua jam nonstop. Pengisian daya ulang juga terbilang cepat, membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 45 menit dari kondisi kritis hingga penuh.
Kamera Ultrawide Naik Kelas, Lensa Telephoto Absen
Pada sektor fotografi, Samsung merombak konfigurasi kamera pada Galaxy Z Fold8. Ponsel ini mengusung kamera ganda yang terdiri dari sensor utama 50 MP (wide) dan sensor ultrawide 50 MP.
Peningkatan signifikan terlihat pada lensa ultrawide yang melonjak dari 12 MP pada generasi sebelumnya menjadi 50 MP, sehingga tangkapan foto sudut lebar jauh lebih tajam meski pada kondisi minim cahaya.
Namun, Samsung menanggalkan modul lensa telephoto demi mempertahankan ketebalan bodi yang tipis dan bobot yang ringan. Kemampuan zoom kini mengandalkan pemrosesan digital hingga 10x. Untuk kebutuhan portrait, pemrosesan perangkat lunak mampu menghasilkan efek bokeh yang cukup rapi. Perangkat ini juga dilengkapi fitur pendukung baru seperti Dual-Screen Capture dan My FanCam berbasis kecerdasan buatan (AI).
Editor : Ilmidza