BONTANG – Perlu tambahan empat ruang kelas baru untuk menunjang proses kegiatan belajar di SMK 1 Bontang. Saat ini usulan sudah diajukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim.
“Kami punya dua bangunan yang sudah ada konstruksi beton. Satu RKB di samping ruang guru. Sisanya di samping bengkel OTK,” terang Kepala SMK 1 Kasman Purba.
Saat ini SMK 1 memiliki 42 rombongan belajar. Dengan ketersediaan ruang kelas ada 30. Sesuai ketentuan, karena sekolah kejuruan maka jumlah ruang kelas minimal 70 persen dari kebutuhan rombel. Angka ini sudah cukup tetapi masih ada siswa yang harus bergantian dalam penggunaan bengkel atau laboratorium.
“Skemanya itu rombel yang menempati bengkel harus berpindah. Ketika ada rombel yang ingin menggunakan sarana tersebut. Sifatnya gantian,” ucapnya.
Pengajuan itu dilakukan karena ada peluang untuk mendapatkan postur anggaran penambahan ruang kelas. Berdasarkan SIRUP anggaran yang diplotkan oleh Disdikbud Kaltim senilai Rp 1,8 miliar. Dengan luasan bangunan 290 meter persegi. Pengerjaan ini ditargetkan rampung pada akhir tahun mendatang.
Selain itu, pihak sekolah juga meminta rehab gedung samping bengkel las dan mesin. Bangunan ini telah berusia tua. Tepatnya sejak awal sekolah dibangun. Kerusakannya mencakup lantai, dinding, dan plafon. Sehingga pihak sekolah hanya menggunakan sepertiga dari ruangan tersebut.
“Nanti ini dipakai untuk pertemuan siswa sebelum masuk bengkel. Jadi pembelajarannya di situ terlebih dahulu,” tutur dia.
Pengajuannya mencapai Rp 1,6 miliar. Dengan luasan bangunan 544 meter persegi. Dengan tambahan sarana ini diharapkan menunjang pembelajaran bagi siswa-siswi SMK 1. “Selama ini siswa hanya berdiri di sekitar bengkel untuk mendapatkan arahan sebelum praktik,” pungkasnya. (ak/ind)
Editor : Indra Nuswantoro