Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penyaluran Ember Wolbachia di Area Perusahaan Kelurahan Belimbing DIlanjutkan Pasca {emilu.

Adhiel kundhara • Selasa, 13 Februari 2024 | 14:40 WIB

 

SEBAR EMBER: Petugas telah menempatkan ember berisi telur wolbachia di beberapa titik di Kota Taman untuk menekan angka DBD jangka menengah. (ADIEL KUNDHARA/KP)
SEBAR EMBER: Petugas telah menempatkan ember berisi telur wolbachia di beberapa titik di Kota Taman untuk menekan angka DBD jangka menengah. (ADIEL KUNDHARA/KP)

 

BONTANG–Dinas Kesehatan telah berkoordinasi dengan perusahaan di wilayah Kelurahan Belimbing. Fungsional Epidemiologi Muda Diskes Bontang Nur Ilham mengatakan, sosialisasi digelar pada Jumat lalu. Melalui Zoom Meeting dengan karyawan perusahaan.

“Hasilnya untuk distribusi ember berisi bibit nyamuk wolbachia di area perusahaan akan dilakukan pasca-pemilu,” kata Ilham.

Mengingat perlu adanya pembahasan lebih lanjut terkait dengan teknis di lapangan. Namun untuk penggantiannya nanti telah disepakati dilakukan oleh tim bersama. Baik dari perusahaan maupun Diskes. Terkait titik penempatan ada beberapa yang akan digeser.  “Utamanya di daerah yang berupa hutan, kami akan pindahkan,” ucapnya.

Menurut dia, ada sekitar 200 lebih titik ember yang hingga kini belum dilepas. Sehubungan dengan waktu yang dipilih sembari menunggu proses pengiriman telur dari Salatiga. “Telur juga belum dikirim saat ini jadi kami pastikan nanti ketika sudah sepakat soal teknis kondisi telur juga siap,” tutur dia.

Ia berharap, nantinya seluruh titik bisa ditempati ember wolbachia. Sehingga membantu program pemkot dalam menanggulangi kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Taman.

Apalagi angka kasus DBD di Bontang pada Januari lalu mencapai 65. Bahkan sudah ada satu kasus kematian di bulan tersebut. Jumlah itu mendekati pola maksimal kurun lima tahun belakangan. Tepatnya di 2019 ksus DBD di Januari mencapai 74. Dari angka itu Berebas Tengah merupakan kelurahan dengan jumlah tertinggi kasusnya yakni 22 penderita.

Diskes saat ini juga fokus terhadap wolbachia ini. Meski keberhasilan dari skema tersebut baru bisa dilihat ketika sudah berdurasi satu tahun lebih.  (ak/ind/k8)

 

 

 

 

Editor : Indra Nuswantoro