SANGATTA – Kerusakan cukup parah pada jalan poros Sangatta-Rantau Pulung (Ranpul) belum menunjukkan peningkatan signifikan beberapa tahun terakhir. Hal itu mendapat sorotan warga yang kerap lewat jalan tersebut.
"Jalannya begitu-begitu saja. Mengapa tidak jadi perhatian khusus pemerintah, memangnya para pejabat daerah nggak pernah lewat di situ," protes sejumlah warga.
Selain itu, pengendara roda empat turut mengkhawatirkan kondisi kekuatan jembatan bailey. "Kemarin terakhir lewat, jembatannya serasa mau runtuh," terang pria bernama Ari yang tengah melintas.
Dikonfirmasi, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutim Aqla menyebutkan, pada program tahun jamak, pengerjaannya akan dilanjutkan tahun ini.
Ia menyebut, dalam optimalisasi programnya, beberapa proyek dalam pemeliharaan. "Kami punya banyak program menggunakan APBD murni, kalau multiyears kami masih melanjutkan yang kemarin," katanya.
Namun, ia mengatakan, proyek peningkatan infrastruktur jalan Sangatta-Rantau Pulung ternyata tidak ada dalam program MYC tahun lalu. "Baru masuk nanti di anggaran murni 2024 ini, tapi bertahap nanti pengerjaannya," ucapnya.
Dirinya tak menampik bahwa pembangunan jalan tersebut sempat menuai salah paham terhadap perbaikan jalan yang dilakukan PT KPC, ternyata hanya beberapa titik tertentu. "Makanya kita anggarkan sendiri saja tahun ini untuk pembangunan jalannya secara bertahap," ujarnya.
Selain PT KPC, ada pula PT BAS yang beroperasi di sepanjang jalan poros serta memanfaatkan jalan tersebut. "Yang saya dengar mereka ada kesepakatan untuk pemeliharaan jalan yang terdampak dengan aktivitas hauling mereka, tapi saya tidak begitu paham soal itu," bebernya.
Seperti diketahui, pada musrenbangcam Rantau Pulung tahun 2023, Bupati Ardiansyah pernah menyinggung persoalan jalan tersebut dengan memberi instruksi kepada KPC terkait perbaikan akses jalan dari Sangatta Utara menuju Rantau Pulung.
"KPC sudah menandatangani di hadapan saya, di hadapan kajari, di hadapan kapolres, di hadapan dandim, untuk segera menyelesaikan jalan Rantau Pulung,” ungkap Ardiansyah kala itu.
Pun di musrenbang 2024, Camat Ranpul Tristiningsih mengaku sudah bersepakat dengan KPC dan dinas terkait untuk perbaikan jalan tersebut
"Untuk perbaikan berat menunggu analisa teknis dari PU. Untuk perbaikan dari jembatan bailey sampai turun gunung itu materialnya dari PT KPC tetapi alatnya dibantu beberapa perusahaan," terangnya saat musrenbangcam Januari lalu. (*/dik/ind/k16)
Editor : Indra Nuswantoro