TENGGARONG - Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Kukar Sunggono bertindak selaku pembina apel pagi di lingkungan Kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Senin (29/4).
Apel pagi itu dirangkai halalbihalal dan pelepasan purnatugas Kepala Dinas Koperasi dan UKM Tajuddin. Pejabat satu itu pensiun dengan masa kerja 38 tahun 2 bulan pada 1 Mei 2024. Pangkat pembina utama madya atau IVd.
Bupati Kukar dalam amanat tertulisnya yang dibacakan Sunggono mengatakan, aparatur sipil negara (ASN) sesuai dengan peraturan perundang-undangan akan mengalami hal tersebut. Namun sebelum pensiun, apakah telah melakukan hal yang sesuai dengan tugas dan fungsi sebagai ASN.
"Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Tajuddin beserta ibu, atas segala prestasi dan capaian serta kinerja beliau terhadap Pemerintah Kutai Kartanegara," ujarnya.
Sekkab Sunggono melanjutkan, pemerintah dalam hal ini melalui Dinas Koperasi dan UKM dituntut untuk melaksanakan pelayanan publik dalam rangka menciptakan koperasi berkualitas dan UKM yang bermutu.
Hal tersebut tidak akan terwujud jika ASN pada Dinas Koperasi dan UKM tidak memahami tugas dan memiliki kompetensi, serta dedikasi yang tinggi untuk melaksanakan tugas sebagaimana rencana strategis perangkat daerah.
Pemahaman target dan sasaran dengan memerhatikan indikator capaian kinerja yang berkorelasi signifikan terhadap capaian kinerja Pemkab Kukar. Bupati berpesan kepada ASN pada Dinas Koperasi dan UKM, yaitu lakukan dan sesuaikan pola pikir sebagai ASN.
Hal ini dapat dilakukan dengan mengubah budaya kerja yang selama ini belum sesuai dengan ketentuan dan keadaan. Zaman atau era sudah tidak seperti dulu lagi. Kemudian, terapkan core value ASN berakhlak dengan pembuktian yang tidak dibuat atau asal disajikan.
Tapi melalui perencanaan yang baik dan menjadi rencana aksi sesuai dengan apa yang menjadi permasalahan untuk dilakukan perbaikan. Ciptakan atau mutakhirkan data. Hal ini juga penting, karena semua perencanaan yang menghasilkan program, kegiatan dan sub-kegiatan berawal dari data yang valid.
"Data ini dihasilkan melalui kinerja yang sesuai dengan indikator data sehingga tidak ada lagi data tidak lengkap apalagi kesalahan data. Dan yang keempat tingkatkan kompetensi dan hadirkan inovasi,” ujarnya. (prokom03/kri/k8)
Editor : Sukri Sikki