BONTANG–Jalan keluar persoalan ular yang kerap masuk ke rumah berhasil ditemukan. Hal itu sekaligus menjawab rasa penasaran Eka Putri, perempuan asal Bontang yang tertarik dalam dunia penelitian.
Berawal dari keresahan itu, dia bersama satu rekannya mencari cara menangkal ular agar tidak masuk ke dalam rumah. Mencari tahu karakteristik ular hingga memecahkan mitos yang terkenal yakni ular takut garam.
Sejatinya, ular merupakan hewan bersisik, sehingga tidak terpengaruh bila diusir dengan garam yang ditabur. Ular pun mendeteksi bau menggunakan lidahnya, sebab pendengaran dan penglihatannya terbilang buruk. Hal itu mencetuskan sebuah ide dengan menerapkan teknik mengecoh.
“Terpikirlah untuk mengecoh penciuman ular dengan tanaman yang berbau menyengat,” jelasnya.
Secara teknis, terdapat organ Jacobson yang berada di sekitar mulut dan lidah ular. Organ tersebut memungkinkan ular mendeteksi aroma dari partikel yang telah ditangkap di udara.
Penelitian dimulai. Ular diberi sejumlah perlakuan dengan menggunakan beberapa sampel tumbuhan beraroma menyengat, seperti tanaman bunga kenanga, melati, dan zodia. Respons ular tampak lebih menghindari tanaman zodia, ketimbang dua sampel tanaman lain.
“Setelah digali lagi, ternyata di dalam tanaman zodia ada zat bernama linalool. Maka berhasil ditemukan bahwa tanaman zodia juga efektif untuk mengusir ular,” kata dia.
Merujuk Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro), daun tanaman zodia mengandung sekitar 46 persen linalool. Zat tersebut juga dikenal sebagai zat yang mampu mengusir nyamuk.
Penelitian yang ditempuh selama kurang lebih lima bulan itu pun sempat membawanya menoreh prestasi di tingkat nasional. Namun tidak dilanjutkan karena satu dan lain hal.
Meski begitu, ia berhasil mendapat penghargaan Pemuda Inovatif Kota Bontang pada 2019 lalu. Setahun berselang, dia memperoleh penghargaan Pemuda Berprestasi Provinsi Kaltim.
Ia mengungkapkan, hasil penelitian tersebut sebenarnya cukup aplikatif. Mengingat tanaman zodia mudah ditemukan, sebab mulai banyak dibudidayakan di banyak daerah. Tanaman endemik asal Papua itu pun cocok ditanam di pekarangan dan dapat menghalau ular masuk ke rumah.
Lebih lanjut, ia mengaku memiliki rencana untuk melanjutkan penelitian tersebut. Lantaran ada hal-hal yang menjadi catatan dewan juri saat penelitiannya diikutkan dalam salah satu ajang perlombaan. Tidak adanya output berupa produk.
Disebutkannya, dia berencana melanjutkan penelitian menjadi sebuah produk yang dapat langsung digunakan, seperti produk dalam bentuk bubuk ataupun cairan. “Rencananya ada, tapi belum tahu kapan realisasinya. Sebenarnya sayang juga kalau enggak dilanjutkan,” pungkasnya. (kpg/ind/k8)
Editor : Indra Nuswantoro