KALTIMPOST.ID, Di sela kesibukannya sebagai karyawan di United Tractor Balikpapan, Tri Wisnu Murti yang merupakan warga Sepaku di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) itu juga memiliki usaha sampingan, menjajakan KopiRiyen, Nama KopiRiyen sendiri berasal dari bahasa Jawa, yang artinya kopi dulu.
Kopiriyen adalah usaha minuman dengan bahan dasar kopi robusta. Bertransformasi sebagai minuman modern, yang cocok dengan berbagai usia terutama bagi kawula muda. Ragam varian rasa dihadirkan. Dengan menu best seller yakni Kopiriyen Signature, Kopi Berry, maupun Kopi Gula Aren di harga terjangkau Rp 20.000 per cup-nya.
"Untuk jenis kopi yang digunakan yaitu robusta dampit," ucap pria kelahiran Sepaku 2, 23 Februari 2001 itu.
Kopi robusta yang digunakan berasal dari Dampit Jawa Timur ini memiliki rasa chocolaty dipadu dengan body kopi yang bold. Serta terdapat aroma kacang yang kuat, dan rasa karamel. Menjadikan robusta dampit sebagai salah satu kopi robusta terbaik di Indonesia, yang kerap digunakan para pemilik kafe ataupun usaha minuman lainnya.
Awal mula merintis KopiRiyen, di tahun 2023 lalu, Tri menggelontorkan dana yang tak sedikit. Kisaran Rp 100 juta digunakan demi membangun usahanya. Diakui, saat ini masih baru terdapat satu outlet, berlokasi di Jalan Negara Sepaku Negara 2 RT 20. Karena baru memulai, dia masih ingin fokus pada outlet tersebut, dan belum berkeinginan melakukan ekspansi.
Apalagi dari pengalaman Tri, banyak sekali memori tentang jatuh bangunnya merintis usaha KopiRiyen. Kendati dia tak membahas lebih lanjut, namun menurutnya lumayan mengesankan dan tetap disyukuri.
"Alhamdulillah walau baru satu outlet, penjualan tertinggi dalam 1 bulan bisa mencapai di ataa Rp 25 juta," ungkap lulusan SMP Negeri Sepaku tahun 1989 itu.
Sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), Tri juga melihat minat masyarakat, khususnya di sekitar IKN kini terhadap membangun bisnis mulai meningkat. Terlebih, situasi IKN yang dalam masa pembangunan memberi dampak besar terhadap perekonomian dan industri di sekitarnya. Tak terkecuali bagi pelaku UMKM.
Tak hanya tentang bisnis semata, Tri juga melihat peran UMKM sebagai pilar ekonomi lokal, terutama di tengah pesatnya pembangunan IKN. Menjadi agen perubahan, kisah sukses Tri dengan KopiRiyen bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari mimpi yang lebih besar dalam menginspirasi dan menggerakkan roda perekonomian lokal.
"Adanya UMKM di wilayah IKN m, selain sebagai roda bisnis bagi saya UMKM sendiri membantu dalam membuka lapangan perkerjaan dan bidang pemberdayaan bagi masyarakat di wilayah IKN," pungkasnya. (lil/waz)
Editor : Dwi Puspitarini