Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Keluarga Besar Mega Buana Paser Jalin Silaturahmi Akbar

Muhammad Najib • Kamis, 20 Juni 2024 | 20:53 WIB
PERERAT SILATURAHMI: Keluarga Besar Mega Buana Kabupaten Paser saat menggelar silaturahmi di Desa Tanah Periuk Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Rabu (19/6). (Foto: Najib)
PERERAT SILATURAHMI: Keluarga Besar Mega Buana Kabupaten Paser saat menggelar silaturahmi di Desa Tanah Periuk Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Rabu (19/6). (Foto: Najib)
 
 
 
 
 
KALTIMPOST.ID, TANA PASER - Keluarga Besar Mega Buana Kabupaten Paser menggelar silaturahmi akbar di Desa Tanah Periuk Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser pada Rabu 19 Juni 2024. Organisasi masyarakat yang mayoritas berasal dari Desa Tanah Periuk itu sudah terbentuk sejak 1997. Pada 2024 ini, digelar silaturahmi setelah Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriah. Biasanya digelar setelah jelang Idulfitri. 
 
Ada sekitar 800 orang menghadiri silaturahmi ini. Sementara untuk di luar Paser jumlahnya mencapai ribuan. 
Diundang juga para unsur pimpinan kecamatan dalam pertemuan ini. 
 
 
Ketua Umum Mega Buana Kabupaten Paser H Syahruddin menyampaikan organisasi ini juga sebagai ajang menyampaikan aspirasi masyarakat ke berbagai anggota yang memiliki relasi di pemerintahan atau pun dunia usaha.
 
Syahruddin mengatakan beberapa permasalahan yang disampaikan warga adalah tidak tersambungnya saluran parit ke sungai. Hal ini menyebabkan tidak tumbuhnya padi warga, justru tanaman sagu yang tumbuh dan menutupi sungai kecil terusan. 
 
 
"Semoga pemerintah bisa mendengarkan keluhan masyarakat Desa Tanah Periuk," kata Syahruddin, Kamis (20/6). 
 
 
Ketua Umum Mega Buana Kabupaten Paser H Syahruddin. (Foto: Najib/KP)
Ketua Umum Mega Buana Kabupaten Paser H Syahruddin. (Foto: Najib/KP)
Syahruddin menambahkan sejumlah usulan untuk Kabupaten Paser, menurutnya banyak ide yang bisa membuat Kabupaten Paser bisa lebih terkenal. Salah satunya tidak ada logo atau ikon khusus di sepanjang Taman Tepian Siring Kandilo. Menurutnya perlu ada ikon khusus agar masyarakat yang berkunjung ingat Kabupaten Paser dan berswafoto. 
 
"Kita memiliki Gula Aren yang khas, kenapa tidak dipasang miniatur Gula Aren besar di siring agar lebih menarik," kata mantan Kabag Humas Pemkot Samarinda itu. 
 
 
Selain Gula Aren, ada juga Petis Udang Paser yang khas terkenal. Menurutnya ini juga bisa jadi ikon di Siring. Apakah di pasang gambar atau pun miniatur.  Dengan adanya dua ikon itu, nantinya bisa menambah daya tarik kunjungan ke Paser, serta menghidupkan UMKM yang berjualan Gula Aren dan Petis Udang. Syahruddin mengatakan Mega Buana Paser akan terus bersinergis dengan Pemkab Paser agar daerah ini bisa terus maju pembangunan dan masyarakatnya. (Adv/jib) 
Editor : Thomas Dwi Priyandoko