KALTIMPOST.ID, Penyakit ganoderma, yang menyebabkan kebusukan pada pangkal batang pada tanaman kelapa sawit, telah ditemukan menyerang perkebunan di Babulu Laut dan di sekitar pabrik perkebunan kelapa sawit PT Sumber Bunga Sawit Lestari (SBSL) di Babulu Darat, Kecamatan Babulu, Penajam Paser Utara (PPU).
Informasi merebaknya penyakit ini disampaikan kepada Ketua Jaringan Pegiat Sawit Nasional (JPSN) PPU, Tono Sutrisno, melalui laporan dari masyarakat.
“Ganoderma ini sangat berbahaya, karena mampu membuat pohon kelapa sawit menjadi layu, kuning, kemudian mati. Sejauh laporan yang kami terima dari masyarakat ganoderma ini telah ditemukan menyerang kelapa sawit milik pekebun di Babulu Laut, dan sekitaran pabrik milik SBSL di Babulu Darat,” kata Ketua JPSN PPU, Tono Sutrisno, Minggu (30/6).
Dia mengatakan, ganoderma ini adalah jamur yang sangat berbahaya, dan perlu segera diantisipasi agar tidak menyebar lebih luas lagi.
Dijelaskannya, penularan jamur ini menyerang antar-akar pohon kelapa sawit dan ganasnya sangat mematikan. “Jadi betul-betul mematikan, dan pohon kelapa sawit besar pun bisa tumbang dan kelapa sawit produktif pun bisa langsung mati. Produktivitasnya bisa langsung nol,” ujarnya.
Terkait hal ini, ujar mantan salah satu komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) PPU itu, pihaknya sudah melaporkannya ke Dinas Pertanian PPU. “Sudah ada pengecekan dan sudah disiapkan fungisida-nya untuk menanggulangi ganoderma ini,” katanya.
Saat disinggung tentang JPSN PPU, ia mengungkapkan, organisasi ini belum lama ini didirikan yang anggotanya adalah petani sawit rakyat (PSR) skala kecil dengan kepemilikan luas lahan di bawah lima hektare. Jumlahnya saat ini mencapai 400 petani atau sekira 800 hektare dengan estimasi kepemilikan lahan per petani 2 hektare.
“Fungsi organisasi ini di antaranya untuk mengedukasi PSR agar memaksimalkan hasil panen. Selama ini hasil panen mereka tidak maksimal diakibatkan oleh banyak hal,” ujarnya.
Salah satunya, ujar dia, pemanenan kelapa sawit yang tidak tepat waktu, dan pemupukan yang cenderung tidak standar. Misalnya, sebut dia, kondisi tanah asam tetapi diberi pupuk kimia berlebihan.
Editor : Uways Alqadrie