KALTIMPOST.ID,TANJUNG REDEB -Dinas Pekerjan Umun dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau tengah membangun drainase di Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan. Kondisi geografis di kawasan sangat rapat dan rendah yang berpotensi terjadi banjir.
Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA), DPUPR Berau, Hendra Pranata, menyebut anggaran Rp 2,4 miliar dari APBD Perubahan Berau telah dikucurkan untuk merampungkan kegiatan tersebut.
Proyek drainase di RT 6 tersebut tujuannya untuk mengeringkan bagian-bagian area genangan, baik yang bersumber dari hujan lokal, air limbah rumah tangga maupun sungai yang melintas di suatu wilayah.
Baca Juga: Nasib Hutan Adat di IKN Makin Merana, Pemerintah Diminta Segera Undang DAD dan Pihak Terkait
"Salah satunya adalah kondisi geografis wilayah Kampung Karangan khususnya di sub daerah aliran sungai (DAS) Dumaring yang sangat berbeda dengan daerah lain," ungkapnya.
Disampaikannya, kondisi kontur di wilayah Dumaring itu sangat rapat dan rendah. Hal itu menyebabkan limpahan air hujan sangat mudah menerjang permukiman masyarakat.
"Sehingga kebutuhan drainase sangatlah penting agar bisa mengatur dan membuat aliran pembuangan yang efektif," jelasnya.
Meskipun diakui Hendra, penyelesaian permasalahan drainase selama ini salah satunya terjadi karena penanganannya masih bersifat parsial. Alhasil, penanganan permasalahan banjir dan genangan tidak pernah selesai secara tuntas.
"Permasalahan ini memerlukan penanganan yang sifatnya komprehensif atau menyeluruh mulai dari tahap perencanaan, pembangunan dan pemeliharaan," bebernya.
Baca Juga: Menjaga Stabilitas Kinerja Ekonomi di Tengah Tantangan Sektoral
Ke depan, Hendra berharap agar pembangunan drainase di semua kampung dapat menjadi solusi atas masalah banjir yang masih terjadi. Berikutnya, dapat memberi manfaat positif bagi masyarakat.
"Pembangunan dan perbaikan drainase perlu terus ditingkatkan hal ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan lingkungan," katanya. (*/aja/far)
Editor : Faroq Zamzami