KALTIMPOST.ID, Moda transportasi darat jelang Lebaran di Terminal Bontang beraktivitas seperti biasanya.
Salah satu awak bus Bontang-Samarinda dari PO Arafat Amir mengatakan pendapatan yang diraup mengalami penurunan. Utamanya semenjak pandemi Covid-19.
“Kalau dulu jumlah penumpang dalam sebulan bisa tembus seribu. Saat ini paling tinggi hanya 700 orang,” kata Amir.
Ia pun tidak mengetahui berapa total pendapatan yang didapatkan oleh perusahaan otobus. Di lapangan ia hanya bertugas menjual karcis dan melakukan penyetoran kepada manajemen.
“Untuk tarif bus yang ada fasilitas AC dibanderol Rp50 ribu, sedangkan non-AC Rp 40 ribu,” ucapnya.
Baca Juga: Banyak Godaan Datang! Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin Pernah Ditawari Rp 2 Triliun
Saat ini, PO Arafat memiliki enam armada. Terminal pun melakukan sistem pengaturan keberangkatan. Tiap 25 menit bus harus bergerak keluar dari terminal. Saat ditanya jika penumpang sepi maka akan dioper ke PO di waktu berikutnya.
Sementara Kepala Terminal Bontang Zainuddin mengatakan jumlah penumpang tiap harinya relatif naik-turun.
Peningkatan justru terjadi ketika akhir pekan. Ketika mahasiswa yang menempuh pendidikan di Samarinda melakukan perjalanan berangkat maupun pulang.
“Selama ini didominasi oleh mahasiswa,” tutur dia.
Total ada 11 armada yang beroperasi tiap harinya. Dari empat PO yang sudah terdata. Mulai dari Arafat, DAMRI, Sapu Lidi, dan Bone Indah Jaya.
Jelang Lebaran, seluruh armada sudah dilakukan pengecekan di Terminal Lempake Samarinda. Akan tetapi hasil pemeriksaan ini belum didapatkan oleh petugas di Terminal Bontang.
“Intinya kendaraan sudah diperiksa kelayakannya. Termasuk dengan SDM dan kelengkapan suratnya,” pungkasnya. ***
Editor : Dwi Puspitarini