KALTIMPOST.ID, PENAJAM- Badan Pusat Statistik (BPS) Penajam Paser Utara (PPU) merilis data terkininya terkait kependudukan dan ketenagakerjaan di wilayah yang tengah menjadi pusat perhatian nasional ini.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PPU, jumlah penduduk teregistrasi mencapai 202.607 jiwa yang tersebar di empat kecamatan. Kecamatan Babulu menjadi wilayah dengan populasi terbanyak, mencapai 98.387 jiwa, disusul Sepaku (41.677 jiwa), Penajam (40.591 jiwa), dan Waru (21.412 jiwa).
Lebih lanjut, data BPS PPU 2025 dirilis 28 Februari 2025, dan dikutip Minggu (27/4) menunjukkan bahwa potensi sumber daya manusia di kabupaten ini tergolong besar. Sebanyak 160.405 penduduk berusia 15 tahun ke atas tercatat sebagai angkatan kerja, yang berarti aktif secara ekonomi.
Sementara itu, 59.029 penduduk lainnya masuk dalam kategori bukan angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) PPU pada tahun ini pun tergolong tinggi, mencapai 73,10 persen. Angka ini mengindikasikan besarnya proporsi penduduk usia produktif yang terlibat dalam pasar kerja.
Namun, di balik tingginya angka partisipasi angkatan kerja, terdapat catatan penting terkait penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) PPU 2025, tercatat sebanyak 948 orang mencari pekerjaan.
Jumlah tersebut, baru 367 orang yang berhasil ditempatkan, sementara 581 orang lainnya masih berstatus belum ditempatkan.
Data ini menggarisbawahi perlunya upaya lebih lanjut dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja di PPU.
Di sisi lain, kabar baik datang dari tren Upah Minimum Kabupaten (UMK) PPU yang terus mengalami kenaikan dalam enam tahun terakhir.
Dimulai dari Rp 3.363.809 pada 2020 dan 2021, UMR PPU terus meningkat menjadi Rp. 3.369.307 (2022), Rp 3.561.020 (2023), hingga mencapai Rp 3.715.817 pada 2024, dan pada 2025 UMK PPU sebesar Rp 3.957.345,89 Kenaikan UMK ini tentu menjadi angin segar bagi para pekerja di PPU, menunjukkan adanya peningkatan standar hidup dan apresiasi terhadap tenaga kerja.
Data BPS dan Disnakertrans PPU ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi kependudukan dan ketenagakerjaan di wilayah yang kini menjadi lokasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Tingginya angka angkatan kerja menjadi modal penting dalam pembangunan daerah, namun tantangan penyerapan tenaga kerja perlu menjadi perhatian serius.
Pemerintah daerah diharapkan dapat terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif sehingga mampu membuka lebih banyak lapangan kerja bagi penduduk PPU. Sementara itu, Kepala Disnakertrans PPU, Marjani saat dikonfirmasi mengenai angkatan kerja ini, Minggu (27/4) belum memberi respons.
Editor : Uways Alqadrie