KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Kalimantan Timur (Kaltim) mencatatkan performa positif dalam realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada Triwulan I 2025. Total investasi yang masuk mencapai USD 450,82 juta atau setara Rp 6,67 triliun, tersebar di sepuluh kabupaten/kota di Bumi Etam.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana mengungkapkan bahwa Balikpapan menjadi daerah dengan kontribusi tertinggi, yakni sebesar USD 132,60 juta atau Rp 2,12 triliun. "Kontribusi Balikpapan mencapai 29,41 persen dari total realisasi PMA dengan 391 proyek berjalan," ujar Fahmi.
Peringkat kedua diraih Kutai Kartanegara dengan nilai investasi sebesar USD 105,83 juta atau sekitar Rp 1,69 triliun (23,48 persen), disusul Kutai Timur sebesar USD 89,62 juta atau Rp 1,43 triliun (19,88 persen).
Jika melihat sebarannya, terlihat bahwa wilayah pesisir dan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) masih menjadi magnet utama investor. Adapun kabupaten/kota lainnya dirincikan Fahmi yakni mulai Berau (USD 70,91 juta), Kutai Barat (USD 18,28 juta), lalu Samarinda (USD 9,59 juta).
Selanjutnya ada Paser (USD 9,14 juta), Mahakam Ulu (USD 8,59 juta), Penajam Paser Utara (USD 5,82 juta), dan Bontang (USD 401 ribu) melengkapi daftar penerima investasi asing di awal tahun ini.
Tak hanya nilai investasi, penyerapan tenaga kerja lokal juga menunjukkan capaian positif. Kutai Timur menjadi daerah dengan serapan tenaga kerja Indonesia (TKI) terbanyak. "Yaitu 3.302 orang. Disusul Kutai Kartanegara dengan 2.805 orang dan Kutai Barat dengan 2.249 orang," sambungnya.
Dijelaskan jika investasi yang masuk tak hanya menciptakan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat lokal.
"Secara total, PMA di Kaltim pada Januari-Maret 2025 berhasil menyerap 10.141 tenaga kerja Indonesia dan 42 tenaga kerja asing (TKA)," pungkas Fahmi. (*)
Editor : Sukri Sikki